top ear
Tim SAR saat mencari korban hanyut di Sungai Bengawan Solo, Wonosari, Klaten, Minggu (29/3/2020). (Istimewa/Basarnas Pos SAR Surakarta)
  • SOLOPOS.COM
    Tim SAR saat mencari korban hanyut di Sungai Bengawan Solo, Wonosari, Klaten, Minggu (29/3/2020). (Istimewa/Basarnas Pos SAR Surakarta)

Anak Klaten Hilang Di Bengawan Solo, Pencarian Terkendala Arus Deras

Anak Klaten yang hilang setelah melompat dari jembatan dan hanyut di Sungai Bengawan Solo, Sabtu (28/3/2020), belum ditemukan hingga Minggu (29/3/2020).
Diterbitkan Minggu, 29/03/2020 - 15:37 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Anak Klaten yang hilang setelah melompat dari jembatan dan hanyut di Sungai Bengawan Solo wilayah Sidowarno, Wonosari, Klaten, Sabtu (28/3/2020), belum ditemukan hingga Minggu (29/3/2020).

Pencarian anak tersebut oleh tim SAR dan sukarelawan terkendala arus sungai yang deras. Informasi yang dihimpun Solopos.com, anak berinisial KHL, 13, itu melompat dari jembatan di Sidowarno itu, Sabtu pukul 14.00 WIB.

Beredar Hoaks Kampung Krapyak Sragen Lockdown Gegara PP Dijemput Ambulans, Cek Faktanya!

Dia diduga sengaja melompat dengan maksud bunuh diri karena sebelum sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri. Saat menceburkan diri ke sungai, KHL mengenakan baju pendek warna hijau dan celana pendek.

Informasi dari tim SAR, pencarian anak hilang di Wonosari, Klaten, itu juga sempat terhalang hujan. “Sampai siang ini [Minggu], pencarian masih nihil,” kata anggota Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos SAR Surakarta, Gohan, kepada Solopos.com, Minggu.

RS Kariadi Semarang Bantah Ajudan Anggota DPR Imam Suroso Meninggal Covid-19

Gohan mengatakan operasi tim SAR yang dilakukan meliputi penyelaman lantaran korban diperkirakan menceburkan diri.

Jarak Pandang Terbatas

Di samping itu juga menyisir dari lokasi kejadian menuju jembatan Bacem di Sukoharjo dengan menggunakan tiga perahu. Selanjutnya, penyisiran estafet dari jembatan Bacem ke pos Ngelo juga menggunakan dua perahu.

Corona Indonesia: Pakar UI Prediksi 2,5 Juta Orang Kena Corona, Kematian Capai 240.244

“Pencarian dilakukan secara estafet sesuai daerah tim SAR masing-masing. Kendala yang dihadapi yaitu arus deras, jarak pandang terbatas, dan luasnya daerah pencarian,” katanya.

Gohan mengatakan selain Basarnas,  pencarian anak hilang itu melibatkan SAR Klaten, SAR Sukoharjo, SAN HNC, dan SAR MTA. Gohan mengatakan selama pencairan, tim SAR juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah desa (pemdes) di sekitar lokasi pencarian.

Kurangi Konsumsi, 4 Jenis Makanan dan Minuman Ini Disebut Bisa Lemahkan Sistem Imun Tubuh

Hal ini dilakukan guna menghindari kerumunan dan mencegah persebaran virus corona. “Selain pencarian dilakukan secara estafet, menyikapi mewabahnya virus corona saat sekarang, kami koordinasi juga dengan pak lurah setempat,” katanya.

Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait