[ X ] CLOSE

Anak-Anak Rusak Makam di Mojo Solo: Mediasi Dilakukan, Penyelidikan Tetap Jalan

Sebanyak 12 makam di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, diduga dirusak oleh segerombolan anak-anak.
Anak-Anak Rusak Makam di Mojo Solo: Mediasi Dilakukan, Penyelidikan Tetap Jalan
SOLOPOS.COM - Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Achmad Riedwan Prevoost (istimewa)

Solopos.com, SOLO - Sebanyak 12 makam di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, diduga dirusak oleh segerombolan anak-anak. Kasus ini ditangani oleh polisi meski juga dilakukan mediasi.

Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Achmad Riedwan Prevoost, menjelaskan pihaknya melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pihak pelaku atau orang tua pelaku. Menurut Kapolsek, pada mediasi itu juga dihadiri pihak masyarakat RT dan RW setempat dan sudah menemukan titik temu kesepakatan.

"Namun kami dari pihak kepolisian masih sesuai prosedur akan melakukan pemeriksaan, penyeledikan dalam kasus ini,” papar dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Baca Juga: 3 Mobil & 1 Truk Tabrakan Beruntun di Tol Boyolali:  2 Tewas, Sopir Truk Kabur

Penyelidikan itu dikarenakan perusakan melibatkan anak di bawah umur. Ia akan memeriksa orang tua wali dan pengajar di tempat mereka belajar. "Sampai saat ini masih proses pemeriksaan. Kami akan memanggil pihak wali atau orang tua anak tersebut dalam pendampingan pemeriksaan,” imbuh Prevoost.

Menurutnya, terkait lokasi belajar proses belajar mengajar harus mengacu dengan SE Wali Kota Solo yang belum memperbolehkan belajar tatap muka. Sehingga proses belajar dihentikan dulu melihat kondisi saat ini.

“Dugaan awal masih kami dalami, apakah ada doktrin yang salah. Masih kami periksa, kami dalami sampai tuntas. Jumlah pelaku 10 orang dari tempat belajar yang sama,” papar Prevoost. Terkait lokasi belajar yang baru berdiri, kepolisian turut menyelidiki itu. Hal itu dikarenakan tidak ada pemberitahuan ke pemerintahan.

Lurah Mojo, Solo, Margono, saat dijumpai wartawan, mengatakan salah seorang warga melihat anak-anak tengah merusak makam. Menurutnya, anak-anak itu merupakan murid pendidikan informal di kawasan itu.

“Tidak dilanjutkan ke proses atas [hukum], namun karena mengandung intoleran, perusakan 12 makam masuk ke ranah kepolisian,” papar dia.

Menurutnya, ia tidak mengetahui secara detail sekolah anak-anak pelaku perusakan itu. Namun, sekolah itu sekolah keagamaan dengan prediksi usia sekolah dasar. Ia mengaku belum mengetahui motif perusakan itu. Yang jelas mereka warga luar Mojo bahkan luar Kota Solo.

Baca Juga: Rian D'Masiv Hadapi Tuduhan Godain Cewek

Margono mengatakan sudah ada mediasi oleh seluruh pihak-pihak termasuk pihak sekolah. Ia memastikan bakal berkoordinasi dengan RT dan RW karena bangunan sekolah itu masih ngontrak. Menurutnya, dari pihak sekolah menyanggupi untuk melaksanakan perbaikan.

"Kami dari RT dan RW prinsipnya, karena ini masih anak-anak kita usahakan kekeluargaan,” imbuh dia Senin (21/6/2021).



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago