Alhamdulillah, 700-an PKL Terima Kompensasi Rp300.000 dari Pemkab Karanganyar

Pemkab Karangangar memberikan kompensasi kepada 700-an PKL di Karanganyar masing-masing senilai Rp300.000.
Alhamdulillah, 700-an PKL Terima Kompensasi Rp300.000 dari Pemkab Karanganyar
SOLOPOS.COM - PKL dari sejumlah lokasi di Kabupaten Karanganyar mengantre di halaman Kantor Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar untuk mendapatkan kompensasi dampak PPKM Darurat pada Senin (19/7/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR— Lebih dari 700 orang pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Taman Pancasila, Pujasera, Stadion 45, dan Kauman mendapatkan bantuan Rp300.000 per orang. Bantuan tersebut merupakan kompensasi dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Bantuan tersebut disalurkan Pemkab Karanganyar melalui Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) pada Senin (19/7/2021).

Syarat PKL yang mendapatkan bantuan yakni memiliki kartu anggota paguyuban PKL. Kemudian mengantongi KTP Karanganyar, atau berdomisili di Karanganyar yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari perangkat setempat.

“Ajuan kami sejumlah PKL yang ada. Sekitar 700 berapa begitu. Nominal bantuan Rp300.000 per PKL. Cukup menunjukkan kartu anggota PKL di Karanganyar,” kata Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Baca Juga: Bupati, Polres, dan Kodim Karanganyar Bagikan Beras untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Martadi menyampaikan bantuan tersebut dari Pemkab bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar. Dia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak mengambil dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Mudah-mudahan bisa membantu meringankan kesedihan mereka selama tidak berjualan. Mudah-mudahan dengan bantuan sedikit, stimulan ini bisa membawa para PKL untuk bangkit lagi,” tutur dia.

Bayar Retribusi

Sayangnya belum semua PKL mendapatkan kompensasi tersebut. Martadi menyampaikan sasaran bantuan difokuskan pada PKL yang menggunakan fasilitas pemerintah untuk berjualan. Selain itu, PKL tersebut membayar retribusi kepada pemerintah.

“Intinya ini yang di bawah binaan Disdagnakerkop dan UKM. Lalu ber-KTP Karanganyar dan domisili di Karanganyar. Kan ada yang berjualan di Karanganyar, dia sudah lama tinggal di sini. Walaupun KTP masih luar kabupaten. Bisa menunjukkan surat domisili,” ujarnya.

Ditanya rencana pemerintah pusat memperpanjang PPKM Darurat, Martadi berharap pemerintah pusat meninjau kembali rencana tersebut. Tetapi dia menuturkan pemerintah daerah tetap melaksanakan kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Tempat Isolasi Terpusat BLK Karanganyar Mulai Terisi Warga Positif Corona

“Sebenarnya saya berharap mbok ya wis, ora ana perpanjangan. Aku wis nangis jane kalau melihat kondisi masyarakat seperti ini. Di saat kami gencar memacu pelaku UKM, PKL di sisi lain ada pandemi. Kalau toh memang harus ada [perpanjangan PPKM Darurat] ya kami tetap melaksanakan.”

Dihubungi secara terpisah, Koordinator Lapangan PKL Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Suwondo, mengapresiasi langkah Pemkab Karanganyar memberikan kompensasi. Dia menyebut nominal Rp300.000 tersebut sangat berarti bagi mereka.

“Uang segitu lumayan bagi orang kecil seperti saya. Ya senang juga lah [kompensasi ini] bisa membantu kesulitan kami mes?i tidak bisa 100%. Minimal kan ya bisa menjadi obat,” ujar dia.

Berarti

Lelaki yang berjualan kaset di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar itu menyampaikan ada 450 orang PKL di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Memang tidak semuanya adalah PKL murnia, sebaba ada  juru parkir, dan tenaga pasang-bongkar tenda. Dia menyampaikan semua orang tersebut mendapatkan bantuan.

“Tugas saya mengkoordinasi, mengumpulkan data, kemudian kami masukkan ke Disdagnakerkop dan UKM. Validasi ditentukan dinas. Pendataan sejak pekan kemarin,” katanya.

Baca Juga: Bupati Minta RSUD Karanganyar Hanya Fokus Tangani Pasien Covid-19

Dia menaruh harapan pemerintah dapat betul-betul menekan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menerapkan PPKM Darurat.

“Dampak negatif ya tapi gimana. Ini upaya pemerintah memutus mata rantai persebaran Covid-19. Mau enggak mau mendukung upaya pemerintah agar pandemi ini segera selesai. Mudah-mudahan pandemi segera selesai sehingga tidak ada lagi perpanjangan. Ekonomi segera bangkit.”

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago