Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Alhamdulillah, 2 Bocah Kakak Beradik Pemulung di Solo Bisa Sekolah!

Dua bocah kakak beradik yang menjadi pemulung di Kota Solo tahun ajaran ini sudah didaftarkan sebagai siswa SD di Gilingan, Banjarsari, Solo.
SHARE
Alhamdulillah, 2 Bocah Kakak Beradik Pemulung di Solo Bisa Sekolah!
SOLOPOS.COM - Ani Sri Andani (paling kiri) mendaftarkan dua anaknya yang viral karena menjadi pemulung, Bagas dan Risky, sekolah di SDN Rejosari, Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (24/6/2022). (Istimewa/Purwanti)

Solopos.com, SOLO — Dua bocah kakak beradik, Bagas Pamungkas, 10, dan Muhammad Risky Saputra, 7, yang viral karena menjadi pemulung di Solo saat ini sudah didaftarkan sebagai siswa SD Negeri Rejosari, Gilingan, Banjarsari, Solo.

Sebelumnya, kedua bocah itu belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah karena harus bekerja menjadi pemulung demi membantu sang ibu. Ayah mereka sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu sehingga kini ibu mereka menjadi tunggal punggung keluarga.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Solo, Purwanti, mengatakan tahun ajaran baru 2022/2023, Bagas dan Risky sudah didaftarkan di SDN Rejosari, Gilingan, Banjarsari, Solo.

“Tahun ini mereka sudah didaftarkan di SD terdekat, SD Rejosari,” ucapnya. Seperti diketahui, dua bocah pemulung itu bersama ibu dan seorang adik yang berusia lima tahun tinggal di salah satu rumah indekos di wilayah Gilingan, Solo.

Mereka yang tercatat sebagai penduduk Karanggede, Boyolali, dan baru sekitar enam bulan ini indekos di tempat tersebut. Purwanti menceritakan sebelumnya DPPPA Kabupaten Boyolali bersama DPPPA Kota Solo dan Lurah Gilingan sudah menyambangi rumah indekos Bagas di permukiman padat penduduk di Cinderejo Lor.

Baca Juga: 2 Bocah Kakak Beradik Jadi Pemulung di Solo, Tinggal Di Rumah Indekos

Kedatangan mereka untuk memberikan konseling kepada ibunda Bagas, Ani Sri Andani, 38. Mereka sempat menawarkan agar Bagas dan adiknya bisa disekolahkan di Boyolali. Namun, Ani menolak.

“Anaknya mau sebenarnya, si Bagas itu dibawa pulang oleh dinas sebenarnya mau, disekolahkan mau. Tapi ibunya nangis gero-gero, ya malah jadi tontonan orang,” ucapnya saat ditemui Solopos.com, Jumat (24/6/2022).

DPPPA Boyolali, kata Purwanti, sudah siap membawa pulang dan memfasilitasi pendidikan untuk ketiga anak Ani. “Sebetulnya dari Boyolali pun siap untuk membawa anaknya itu karena di sana panti asuhan siap, ibunya itu yang enggak mau, nangis gero-gero malahan,” tuturnya.

Baca Juga: Sedih! Bocah 7 Tahun Berkeliaran Jadi Pemulung Di Jalanan Nusukan Solo

Konseling Dengan Psikolog

Karena Ani menolak akhirnya disepakati dua bocah yang menjadi pemulung itu disekolahkan di Solo. Purwanti pun kemudian meminta Lurah Gilingan untuk membantu memfasiitasi mendaftarkan kedua bocah itu ke SD terdekat.

“Sudah didaftarkan kemarin, anaknya itu ya seneng gitu, tapi saya enggak tahu ternyata kok malem masih mulung. Ya mungkin karena ibunya itu pergi waktu malem, si anak enggak ada yang ngawasi,” ujarnya.

Purwanti mengatakan upaya DPPPA Boyolali sudah maksimal untuk menangani persoalan dua bocah pemulung itu. Bahkan saat menyambangi indekosnya, petugas DPPPA Boyolali datang bersama psikolog ke lokasi.

Baca Juga: Bikin Terenyuh! Ini Alasan Bocah Kakak Adik Rela Jadi Pemulung di Solo

“Boyolali juga sudah bagus kok, artinya mereka langsung respons kepala dinas sana, saya bersama-sama sama pak lurahnya ke sana, kami konseling juga. Dari Boyolali pun bawa konselor [psikolog],” tuturnya.

Seperti diketahui, dua bocah kakak beradik, Bagas dan Risky, menjadi pemulung di Kota Solo demi membantu ibunya menghidupi keluarga. Bagas menjadi pemulung atau pencari rongsok di Pasar Klewer sedangkan Risky menjadi pemulung di wilayah Nusukan.

Mereka masih memiliki satu orang adik yang masih berusia lima tahun. Saat ditanyai Solopos.com di Pasar Klewer beberapa waktu lalu, Bagas mengaku belum pernah sekolah sehingga tidak bisa membaca maupun menulis. Namun ia bisa berhitung.

Baca Juga: Bocah Kakak Beradik Jadi Pemulung di Solo, Ayahnya Sudah Meninggal

Sebelumnya, pemilik rumah indekos yang disewa keluarga Bagas, Agus Supriyanto, juga mengatakan dua bocah kakak beradik yang menjadi pemulung itu sudah didaftarkan masuk sekolah. “Dengar-dengar sudah dimasukkan SD. Sebentar lagi masuk,” katanya saat ditemui Solopos.com, Rabu (22/6/2022) malam.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode