top ear
Warung Mbok Yem di Puncak Lawu. (Istimewa/Yeyen Choiri)
  • SOLOPOS.COM
    Warung Mbok Yem di Puncak Lawu. (Istimewa/Yeyen Choiri)

Aktivitas Pendakian Ditutup, Mbok Yem Pilih Turun Gunung Lawu & Lebaran di Rumah

Tak ada pendaki akibat aktivitas pendakian ditutup untuk masyarakat, pemilik warung legendaris di dekat puncak Gunung Lawu, Mbok Yem turun gunung.
Diterbitkan Jumat, 22/05/2020 - 13:05 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR -- Mbok Yem, pemilik warung legendaris sekitar puncak Gunung Lawu memutuskan untuk turun gunung dan menyambut Hari Raya Idulfitri di rumahnya, Magetan, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com dari unggahan pengguna akun Instagram @emhahartanto, Rabu (20/5/2020), ada salah satu alasan mengapa Mbok Yem memutuskan turun gunung. Hal ini dikarenakan tak ada aktivitas pendakian di gunung yang berlokasi di perbatasan Jatim dan Jateng itu.

Kabar Gembira! Dinyatakan Sembuh, 7 Pasien Covid-19 di Sragen Bisa Lebaran di Rumah

Hal tersebut merupakan imbas dari ditutupnya aktivitas pendakian di Gunung Lawu karena adanya pandemi Covid-19 yang belum mereda hingga sekarang.

Pengguna akun Instagram @emhahartanto yang bertemu dengan Mbok Yem di salah satu pasar di Magetan, Jawa Timur itu mengatakan Mbok Yem turun gunung pada Selasa (19/5/2020).

Kisah Dokter Pasien Covid-19 Wonogiri, Nangis Karena Tak Bisa Salaman dengan Orang Tua

"Mbok Yem turun gunung. Berhubung pandemi corona gak ada aktifitas pendakian dan juga sbntr lg moment lebaran , kmrn sore mbok Yem pemilik warung tertinggi Indonesia di gunung lawu, turun gunung unt berkumpul dg keluarga tercinta," katanya sembari mengunggah momen pertemuan mereka.

Dibawakan Nasi Kotak

Dari pengakuan pengguna akun @emhahartanto, Mbok Yem berkunjung ke tokonya di Pasar Plaosan, Magetan. Ia pun mengaku tersanjung lantaran dibawakan nasi kotak untuk berbuka puasa.

"Alhamdulillah sama mbok Yem dikasih 2 porsi ayam penyet katanya buat aku berbuka puasa nanti.Jujur aku sungkan bngt tadinya mau aku belikan makanan tp warung di sktr tokoku tutup semua. Ehhh malah aku yg dibelikan," ungkapnya.

Pastikan Protokol Kesehatan Dipatuhi, Polisi Diterjunkan ke Pusat Perbelanjaan Solo

Tak lupa ia mendoakan agar Mbok Yem sehat selalu dan berharap Mbok Yem dapat berjualan kembali di puncak Gunung Lawu. "Terima kasih ya mbok. Semoga mbok Yem sehat terus dan panjang umur biar kita semua ttp bs mampir makan nasi pecel di warungnya mbok Yem di dkt puncak gunung Lawu," tukasnya.

Fasilitas Lengkap di Warung Mbok Yem

Keberadaan warung Mbok Yem di dekat puncak Gunung Lawu itu diakui sangat membantu para pendaki yang kekurangan bekal logistik saat mendaki. Apalagi fasilitas di warung itu terbilang lengkap.

Viral Habib Umar Assegaf Langgar PSBB Hingga Bersitegang dengan Petugas, Begini Kronologinya

Bahkan meski tidak ada jaringan listrik PLN yang sampai ke puncak, di warung yang berlokasi di kawasan Argo Dalem itu terdapat televisi, kulkas, penanak nasi, dan lampu yang menyala dan viral di dunia maya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Emha Hartanto (@emhahartanto) on

Editor : Profile Nugroho Meidinata
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait