Akses Keluar Masuk di Dukuh Jetis Klaten Masih Dibatasi, Pintu Masuk Dijaga TNI dan Polisi
Solopos.com|soloraya

Akses Keluar Masuk di Dukuh Jetis Klaten Masih Dibatasi, Pintu Masuk Dijaga TNI dan Polisi

Akses keluar masuk wilayah RT 018/RW 07, Dukuh Jetis, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, hingga kini masih dibatasi karena ada warga terpapar Covid-19.

Solopos.com, KLATEN – Akses keluar masuk wilayah RT 018/RW 07, Dukuh Jetis, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, hingga kini masih dibatasi. Pembatasan itu diberlakukan menyusul masih ada belasan warga yang menjalani isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Pembatasan akses keluar masuk itu sudah diberlakukan sepekan terakhir. Selama 24 jam di pintu masuk kampung dijaga Relawan Bhakti Tijayan dibantu aparat TNI dan polri dengan mendirikan posko.

Baca Juga: 28 Sampel di Kudus Positif Terdeteksi Virus Covid-19 India

Ketika ada warga yang akan keluar, sukarelawan mengecek data diri untuk memastikan bukan warga yang sedang isolasi, pengecekan suhu tubuh, menanyakan kepentingan, hingga mencatat nama warga. Ketika kembali masuk ke kampung, sukarelawan kembali melakukan pemeriksaan. Sementara, warga yang dari luar kampung sementara waktu hanya bisa berkunjung hingga posko sukarelawan.

Salah satu sukarelawan, Suroto, mengatakan hingga Minggu (13/6/2021) siang jumlah warga di wilayah RT 018 Dukuh Jetis Klaten yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 14 orang. “Sampai saat ini warga tertib menjalankan isolasi mandiri. Mereka tidak berani keluar rumah sampai isolasi selesai,” kata Suroto saat ditemui di posko PPKM mikro di Dukuh Jetis, Minggu.

Sukarelawan lainnya, Pardiyanto, juga mengatakan selama posko didirikan, tak ada warga dari luar kampung yang nekat menerobos masuk ke wilayah RT 018. "Kalau ada yang mau memberikan sesuatu nanti hanya sampai posko kemudian menghubungi kerabatnya yang ada di kampung kemudian barangnya diantar sukarelawan," jelas dia.

Pardiyanto belum mengetahui hingga kapan pembatasan akses di RT 018 diberlakukan. Diperkirakan, pembatasan itu diberlakukan setelah masa isolasi mandiri belasan warga yang terkonfirmasi positif rampung dan dinyatakan sembuh. "Setiap hari ada sukarelawan yang patroli termasuk melakukan penyemprotan disinfektan," jelas dia.

Camat Manisrenggo, Raharjo Budi Setiyono, mengatakan hingga kini hanya satu wilayah RT yang diberlakukan lockdown yakni RT 018 di Desa Tijayan. Dia juga menjelaskan kasus Covid-19 terutama di wilayah RT 018 Tijayan mulai bisa dikendalikan. "Yang saat ini menjalani isolasi mandiri itu dari hasil pelacakan kontak erat kali terakhir di sana. Jadi sekarang tinggal menunggu isolasi selesai saja," kata Raharjo.

Baca Juga: Selain Virus B1617 India, Inilah Varian Covid-19 Lain di Indonesia

Terkait angka kasus Covid-19 aktif di Manisrenggo yang masih tinggi, Raharjo menjelaskan menyebar ke berbagai desa. Hingga kini, pengawasan ketat dilakukan Satgas Covid-19 kecamatan ke berbagai lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti kegiatan hajatan.

Berdasarkan data per Sabtu (12/6/2021), jumlah total warga yang saat ini terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 86 orang. Jumlah kasus aktif terbanyak masih berada di Desa Tijayan dengan 44 orang positif Covid-19. Sementara, kasus Covid-19 lainnya menyebar ke 10 desa.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago