top ear
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, (mengenakan baju kuning dan topi hitam), melihat menu makanan dan minuman yang dijajakan di Pasar Ciplukan, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (23/10/2020). (Espos/Sri Sumi Handayani)
  • SOLOPOS.COM
    Bupati Karanganyar, Juliyatmono, (mengenakan baju kuning dan topi hitam), melihat menu makanan dan minuman yang dijajakan di Pasar Ciplukan, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (23/10/2020). (Espos/Sri Sumi Handayani)

Akan Bagikan 3 Ton Bibit Jahe Emprit, Bupati Karanganyar Cari Desa yang Warganya Kompak

Bupati Karanganyar ingin ada sentra jahe emprit di wilayahnya.
Diterbitkan Senin, 26/10/2020 - 09:33 WIB
oleh Solopos.com/Sri Sumi Handayani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menggalakkan masyarakat di Kabupaten Karanganyar untuk menanam jahe emprit di masa pandemi Covid-19. Tidak hanya mendorong masyarakat menanam tanaman empon-empon itu, Bupati juga berjanji memberikan bantuan bibit jahe emprit.

Bupati berencana membagikan bibit kepada warga Desa Jatiwarno, Kecamatan Jatipuro dan Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang. "Di [Desa] Jatiwarno akan saya berikan setengah ton bibit jahe. Di sini [Desa Gentungan] juga setengah ton. Kan baru satu ton [yang saya bagikan]," kata Bupati saat berbincang dengan wartawan di sela-sela mengunjungi Pasar Ciplukan di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang pada Minggu (23/10/2020).

Berat, Karanganyar Mesti Dongkak Predikat KLA

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu mengaku masih memiliki dua ton bibit jahe emprit. Pemkab mengalokasikan dana di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar untuk pengadaan bibit jahe emprit. "Saya sampaikan berikan ke desa-desa yang punya modal sosial kuat," ungkapnya.

Juliyatmono menilai dua desa tersebut, Gentungan dan Jatiwarno, memiliki modal utama membudidayakan jahe. Salah satunya adalah budaya gotong royong dan semangat mengembangkan potensi yang kuat di wilayah masing-masing. Dia berharap sejumlah desa di Kabupaten Karanganyar dapat menjadi sentra jahe.

"Sentra jahe [di Karanganyar] nanti di titik yang tidak terlalu menyebar. Saya akan melihat lagi [desa] yang lain," ungkapnya.

Hajatan di Karanganyar Abaikan Protokol Kesehatan, Satpol PP Kewalahan 

Pasar Jahe Masih Terbuka

Pertimbangan utama Bupati mendorong masyarakat menanam jahe adalah kebutuhan pasar masih yang terbuka lebar. Terlebih lagi, sejumlah orang meyakini mengonsumsi jahe dapat meningkatkan imunitas tubuh. Di masa pandemi ini, masyarakat didorong menjaga dan meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menyehatkan.

"Kebutuhan dan harga [jahe emprit] makin tinggi. [Pandemi Covid-19] tidak tahu kapan selesai. Orang butuh sehat. Salah satunya lewat [makanan dan minuman] tradisional. Paling gampang [tanam] jahe emprit, tidak terlalu ribet dan mudah," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Desa Jatiwarno, Catur Sujito, mengungkapkan lahan di Jatiwarno cocok untuk menanam jahe. Selain itu, sejumlah warga di Jatiwarno bekerja sebagai pedagang jamu.

Begini Cara Perhutani Upayakan Wisata Alam di Karanganyar Aman Dikunjungi

"[Pak Bupati] paring dawuh tanam jahe. Di sini [lahan] cocok. Makanya mau didukung bibit. Di sini banyak warga berdagang jamu. Kami juga diminta mempertahankan kekompakan masyarakat, utamanya gotong royong," ujar Catur saat dihubungi Solopos.com, Minggu.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini