top ear
Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman, lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020). (Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo)
  • SOLOPOS.COM
    Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman, lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020). (Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo)

Ajaib! Pohon Roboh di Sungai Sempor Selamatkan Para Siswa SMPN 1 Turi

Pohon tersebut menjadi jalan bagi para siswa SMPN 1 Turi naik ke pinggir Sungai Sempor.
Diterbitkan Senin, 24/02/2020 - 19:34 WIB
oleh Solopos.com/Hafit Yudi Suprobo/Harian Jogja
3 menit baca

Solopos.com, SLEMAN -- Kematian 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, dalam susur Sungai Sempor, Jumat (24/2/2020), adalah sebuah tragedi. Namun pertolongan cepat yang segera berdatangan membuat ratusan siswa dan siswi selamat dari maut di sungai itu.

Tak hanya itu, ada hal-hal yang kebetulan muncul di lokasi kejadian dan diyakini ikut menyelamatkan nyawa sebagian siswa SMPN 1 Turi. Penuturan sejumlah saksi dan warga yang menolong menunjukkan keajaiban itu.

Pertolongan Tuhan membuat anak-anak yang terjebak di Sungai Sempor selamat. Di kali yang sedang berarus deras itu, sebuah pohon roboh di lokasi susur sungai. Alhasil, pohon tersebut menjadi jalan bagi para siswa SMPN 1 Turi naik ke pinggir sungai.

Dianggap Religius, Elektabilitas Anies Baswedan Susul Prabowo

"Kebetulan ada pohon yang melintang, warga kemudian memegangi pohon tersebut hingga siswa bisa melewatinya, siswa yang hanyut kemungkinan sebelum pertolongan itu datang, bahkan ada yang hanyut saat ingin menolong temannya," ungkap Ahmad Hidayat alias Sudiro, 71, warga Dukuh, Donokerto, Turi Sleman, Senin (24/2/2020).

Sudiro mengaku saat melakukan upaya penyelematan tidak merasakan dinginnya Dusun Dukuh Donokerto, Turi, Sleman, sore itu sekitar pukul 15.30 WIB. Bahkan, rasa sakit dia abaikan menyerang tubuh rentanya.

"Jadi, saya tidak merasakan apa apa, yang penting anak anak selamat, karena kalau terlambat ditolong takutnya anak-anak akan tambah celaka [tenggelam dalam arus], cuaca juga sedang buruk pada waktu itu, banjirnya datang mendadak," jelasnya.

Pilpres 2024: Tak Ada Jokowi, Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi

Kegiatan susur Sungai Sempor, lanjut Sudiro, juga tanpa sepengetahuan warga, kepala dusun, maupun pelaku atraksi wisata outbound yang memang kerap diselenggarakan di Kali Sempor. Sudiro tercatat menjadi salah satu orang yang berjasa menyelamatkan para siswa SMPN 1 Turi.

"Tiba-tiba sekira pukul 15.30 WIB saya dapat kabar dari anak saya ada anak yang minta tolong dari kali, mereka hanyut, saya langsung menuju ke kali, langsung turun menuju ke kali dari makam," ujar Sudiro.

Sudiro atau akrab disapa sebagai Mbah Rois sesungguhnya sudah bertanya-tanya ketika ia sedang bersih-bersih di makam. Di dalam hatinya dia bertanya mengapa anak-anak melakukan kegiatan di kali setelah hujan deras. Adapun, jarak makam menuju ke sungai sendiri sekitar 10 meter.

Kerap Dikritik Sejak Jadi Menhan, Ini Kata Prabowo ke Jubirnya

"Saya sempat menyelamatkan lima orang siswa kebetulan siswa perempuan yang meminta tolong, kebetulan tangan dari salah satu anak itu kiwir-kiwir [seperti patah tulang]. Saya tanya kenapa mbak, ia menjawab, 'tadi sempat terbentur tebing'. Sesampainya mereka di atas ada satu siswa yang pingsan," jelasnya.

Setelah menolong kelima siswa, Sudiro bersama 10 warga Dukuh yang notabene juga sudah sepuh tidak patah arang. Mereka menuju ke sebelah utara kali karena masih ada sekitar 10 siswa yang membutuhkan pertolongan.

"Saya mengambil dua bilah bambu, saya taruh dan saya tempelkan ke tebing agar mempermudah siswa untuk mencapai tebing, dan mempermudah menyeberang sungai, satu siswa ndak berani lewat mungkin karena trauma, akhirnya saya gendong," terangnya.

Prabowo Disindir Parodi Whatsapp Group Kabinet Mata Najwa, Jubir Baper

Saat mencoba untuk menggendong salah satu korban yang tidak berani melewati derasnya aliran sungai. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, dia terpeleset dan kaki kanannya terjepit di sela sela kerasnya batu Sungai Sempor.

Masyarakat Dukuh lainnya juga ikut dibuat cemas saat itu. Kepala Dusun Dukuh, Tartono, menceritakan kegiatan pramuka yang diikuti lebih dari 200 peserta dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kejadian diumumkan jam 3, tiba-tiba ada air dari utara di sungai, warga langsung ke sungai semua. Utara mungkin hujan tiba-tiba air meluap, itu [susur sungai] murni kegiatan sekolah. Kegiatan susur kali di luar pengetahuan warga, Sungai Sempor masuk ke wilayah Dukuh," terangnya.

Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait