Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Air Umbul Manten Klaten untuk Budi Daya Ikan, Hasilnya Mengejutkan

Umbul Manten terletak di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
SHARE
Air Umbul Manten Klaten untuk Budi Daya Ikan, Hasilnya Mengejutkan
SOLOPOS.COM - Pengelola membersihkan kolam untuk budi daya dan pemijahan ikan nila yang berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Senin (15/8/2022). (Solopos.com/Wildan Farih Kurniawan)

Solopos.com, KLATENUmbul Manten terletak di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Umbul Manten tak hanya difungsikan sebagai objek wisata, warga di sekitar umbul juga memanfaatkan untuk mendukung budi daya ikan.

Kepala Pengelola Tilapia Farm Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kiswadi, mengatakan di daerahnya kaya potensi alam, seperti air. Keberadaan air yang berasal dari Umbul Manten dinilai cocok untuk budi daya ikan nila. Total ikan nila yang dibudi daya berkisar 1.000 ekor-5.000 ekor.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Di sini dengan air yang bagus, PH air yang cocok, dan suasana yang pas menjadikan ikan lebih cepat berkembang. Bisa memangkas waktu 1,5 bulan dengan hasil yang sama saat panen [umumnya masa panen budi daya ikan nila selama empat bulan]. Ikan lebih tahan hidup, umur muda tapi besar dan berat,” kata Kiswadi, kepada Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Hasil pembibitan di Sidowayah banyak diminati petani ikan dari luar Klaten. Hal itu seperti Wonogiri, Pati, Grobogan, dan Wonosobo.

“Diperkirakan dalam satu bulan bisa terjual 3.000.000 larva ikan nila. Tapi biaya operasional juga tinggi [hingga Rp1,5 juta],” katanya.

Baca Juga: Kreatif! PKK Desa Ngrundul Klaten Olah Ikan Nila Menjadi Abon

Hal senada dijelaskan petugas administrasi di Tilapia Farm, Ledyana Kamanisaul. Selama ini, Tilapia Farm fokus pada pembudidayaan jenis larva dengan penjualan ke petani lokal.

“Untuk harga jual larva itu Rp18. Minimal pembelian 1.000 larva ikan nila. Jadi, minimal pembelian Rp18.000 sudah cukup untuk budi daya nila,” kata Ledyana.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode