top ear
Air Sungai Kemasan berubah jadi hitam dan berbau diduga karena tercemar limbah, Rabu (26/2/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
  • SOLOPOS.COM
    Air Sungai Kemasan berubah jadi hitam dan berbau diduga karena tercemar limbah, Rabu (26/2/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Air Sungai Kemasan Sukoharjo Berubah Jadi Hitam dan Berbau, Karena Limbah?

Air Sungai Kemasan di Polokarto, Sukoharjo, berubah jadi hitam dan berbau.
Diterbitkan Rabu, 26/02/2020 - 16:12 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Warga sekitar Sungai Kemasan di Desa Kemasan, Polokarto, Sukoharjo, mengeluhkan kondisi air sungai tersebut yang beberapa hari terakhir berubah menjadi hitam dan berbau tak sedap.

Air sungai tersebut diduga tercemar limbah pabrik yang berada tak jauh dari lokasi sungai.

Ketua RT 001/RW 002 Desa Kemasan, Suripto, mengatakan pencemaran air sungai itu sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Air sungai tersebut kerap berubah warna menjadi hitam pekat.

Selain itu baunya juga menyengat. Beberapa waktu lalu, puluhan ikan lele di embung mati yang terhubung dengan sungai itu juga mati.

Ini Daftar Lengkap Pemain Persis Solo di Liga 2 2020

"Air embung sudah dikosongkan supaya tidak tercemar limbah. Eh beberapa hari terakhir malam air sungai berubah hitam pekat dan berbau," kata dia kepada Solopos.com, Rabu (26/2/2020).

Dia bersama warga lainnya mencoba menelusuri sumber pencemaran air sungai. Hasilnya, pencemaran air diduga dari buangan limbah salah satu pabrik tak jauh sungai.

Pencemaran tersebut selain mencemari air sungai juga embung. Puluhan ikan milik warga di embung mati. Kondisi ini sudah terjadi berulang kali.

"Kami berharap ada langkah serius dari pemerintah kabupaten untuk mengatasi perubahan warna air sungai dan bau tidak sedap itu," harapnya.

Siap-Siap Oglangan! Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Solo, Rabu (26/2/2020)

Warga menginginkan ada kepastian apakah perubahan air sungai akibat pencemaran limbah pabrik atau yang lain. Masalah perubahan warna dan bau tidak sedap dari air sungai sudah dikeluhkan warga sejak lama.

Selain puluhan ikan mati, para petani setempat juga mengeluhkan gatal-gatal setelah menggunakan air untuk lahan pertanian mereka.

"Kami sudah melaporkan dugaan pencemaran air sungai ke pemerintah desa dan Polsek. Informasinya akan ada mediasi yang difasilitasi Polsek," katanya.

Petani setempat, Sugiyanto, mengatakan sering merasakan gatal-gatal setelah terkena air dari embung. Padahal sebelumnya petani tidak pernah mengalami gatal-gatal.

Terkuak! Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman Tak Ikut Susur Sungai Tapi ke ATM

Dia berharap ada langkah serius dari pemerintah untuk mengatasi persoalan dugaan pencemaran limbah tersebut. Hal ini mengingat pencemaran limbah sudah mengkhawatirkan hingga menyebabkan ikan-ikan di embung mati.

Kapolsek Polokarto AKP Aris Dwi Handoko membenarkan adanya laporan dari masyarakat Desa Kemasan yang mengeluhkan dugaan pencemaran air sungai di lingkungan tersebut.

Saat ini Polsek tengah mengumpulkan data dan informasi pendukung guna memastikan apakah benar ada pencemaran air sungai atau sebaliknya.

"Kami kan tidak bisa langsung menyebut ada pencemaran atau tidak tanpa adanya fakta dan data pendukung," jelasnya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini