Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Aduan PPDB Online di Sragen Membeludak, Ini Masalahnya

Sejak pendaftaran PPDB online dibuka pada Senin (20/6/2022) hingga ditutup pada Jumat (24/6/2022), panitia menerima ribuan aduan dari orang tua yang mendaftarkan anaknya.
SHARE
Aduan PPDB Online di Sragen Membeludak, Ini Masalahnya
SOLOPOS.COM - Para petugas di Posko PPDB Disdikbud Sragen melayani aduan dari warga terkait PPDB online, Jumat (24/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Hingga hari terakhir pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online, aduan yang masuk ke Panitia PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen terus mengalir. Jumlah aduan sejak Senin (20/6/2022) hingga Jumat (24/6/2022) siang yang tercatat sampai 537.

Aduan tersebut berkaitan dengan titik koordinat rukun tetangga (RT) dan sekolah yang tidak sesuai, salah memilih jalur, salah memilih tujuan sekolah, nama saat pendaftaran tidak sesuai dengan kartu keluarga (KK), dan seterusnya.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Disdikbud Sragen menerjunkan tim dari mereka dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang menguasai teknologi informatika (TI) untuk menyelesaikan problem tersebut.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Disdikbud Sragen, Heru Agus Sutanto, menerangkan sebagian besar aduan itu berkaitan dengan titik koordinat RT yang tidak sesuai dengan berpengaruh pada jarak RT ke sekolah.

Titik koordinat itu digunakan para peserta didik baru untuk mendaftar lewat jalur zonasi. Karena, basis jalur zonasi bukan desa/kelurahan melainkan berbasis RT.

Baca Juga: PPDB Online, Zonasi Sekolah Perbatasan di Klaten hingga Luar Kabupaten

“Misalnya seharusnya jarak RT dengan sekolah itu hanya nol koma sekian kilometer tetapi dalam aplikasi tercatat menjadi 3 km. Problem seperti ini bisa diselesaikan dengan penyesuaian di aplikasi oleh petugas IT,” ujarnya saat berbincang di Posko PPDB Disdikbud Sragen, Jumat siang.

Kemudian kesalahan memilih jalur yang tidak bisa diubah. “Untuk kesalahan pilihan sekolah masih bisa diubah kecuali pilihan pertama. Jadi pilihan kedua sampai keempat bisa diubah,” jelas Heru.

Dia menerangkan aduan itu muncul ketika keinginan anak tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Kasus lainnya, ada orang tua memasrahkan kepada pihak SD dalam PPDB. Setelah diterima di SMP tertentu lewat zonasi, ternyata orang tua siswa minta lewat jalur prestasi supaya bisa diterima di SMP pilihan orang tua.

Baca Juga: PPDB Ditutup, 27 SMP Negeri-Swasta Sukoharjo Masih Kekurangan Murid

Dia mengatakan ada pula kesalahan input data antara nama dalam pendaftaran dengan nama di KK tidak sama.

“Aduan hari pertama itu bisa sampai 140 orang per hari. Pada hari kedua aduan lebih banyak sampai 160 orang. Namun pada hari ketiga dan keempat masih banyak. Aduan itu muncul dari sekolah-sekolah di dalam kota dan yang sekolah pinggiran tak terlalu banyak,” ujarnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sragen, Sukisno, mengatakan hingga Jumat siang jumlah pendaftar lewat jalur zonasi sebanyak 6.642 orang. Pendaftar lewat jalur prestasi 1.827 orang, jalur tugas orang tua sebanyak 26 orang, jalur afirmasi keluarga kurang mampu 806 orang.

Baca Juga: Daftar SMK Negeri di Solo & Jurusannya Buat PPDB 2022

Pendafar lewat jalur afirmasi disabilitas 1 orang, jalur afirmasi anak yatim karena Covid-19 14 orang, jalur nakes yang menangani Covid-19 41 orang atau total 9.357 orang. Sementara akun yang terdaftar sebanyak 9.800 orang.

“Padahal potensi lulusan SD saja mencapai 12.590 orang dan MI sebanyak 2.353 orang. Kami menduga banyak yang sudah masuk ke MTs atau sudah diterima di SMP swasta. Jadi kami memprioritaskan lulusan SD dalam PPDB online ini,” jelasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode