Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Adiansyah, Sosok Kunci Investasi Batu Bara Yusuf Mansur Menghilang

Adiansyah yang menjabat Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa dipanggil lagi untuk persidangan pada Juli 2022 mendatang.
SHARE
Adiansyah, Sosok Kunci Investasi Batu Bara Yusuf Mansur Menghilang
SOLOPOS.COM - Direktur PT Adi Partner Perkasa, Adiansyah (dilingkari) bersama sebagian jemaah yang menjadi investor saat mengunjungi pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan pada 2009. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Adiansyah, tokoh kunci dalam investasi batu bara di Kalimantan Selatan yang digalang Ustaz Yusuf Mansur tahun 2009 dan menelan korban hingga puluhan miliar rupiah menghilang.

Upaya pemanggilan yang dilakukan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui koran nasional belum membuahkan hasil.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Adiansyah yang menjabat Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa dipanggil lagi untuk persidangan pada Juli 2022 mendatang.

“Setelah dipanggil melalui koran ternyata tergugat Adiansyah tidak hadir. Tergugat dipanggil lagi untuk sidang berikutnya tanggal 7 Juli 2022,” kata penggugat Yusuf Mansur, Zaini Mustofa, kepada Solopos.com, Selasa (26/4/2022) malam.

Zaini Mustofa, investor batu bara yang kehilangan uang Rp80 juta itu mengungkapkan, Adiansyah dipanggil untuk datang ke persidangan Selasa hari ini.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Dituding Idap Mythomania, Apa Itu?

Namun, Adiansyah yang dikenalkan Yusuf Mansur kepada jemaah Masjid Darussalam Cibubur tahun 2009 sebagai pengusaha dermawan itu tidak menampakkan batang hidungnya di PN Jakarta Selatan.

“Dia tidak datang, tidak jelas sekarang tinggal di mana,” kata Zaini.

surat panggilan untuk Adiansyah
Surat panggilan dari PN Jakarta Selatan untuk Adiansyah, Direktur PT Adi Partner Perkasa. (Istimewa)

Sementara itu, dua tergugat lainnya yakni Yusuf Mansur dan BMT Darussalam Madani Cibubur datang diwakili tim kuasa hukum mereka.

Yang menarik, Pondok Pesantren Darussalam yang menjadi tergugat V menolak panggilan PN Jaksel. Pondok pesantren yang menerima dana dari para investor batu bara dalam setiap kali transaksi itu tidak mau menerima surat panggilan dari PN Jaksel.

Baca Juga: Puluhan Karyawan Paytren Adukan Ustaz Yusuf Mansur ke Disnaker Bandung

“Relaas surat panggilan ditolak oleh karyawan pondok bernama Khoirun, dia tidak mau menerima. Surat tersebut lalu disampaikan ke kantor kelurahan setempat, sesuai hukum acara perdata,” kata Zaini lagi.

Berdasarkan dokumentasi Solopos.com, Adiansyah yang mengelola bisnis batu bara di Kalimantan Selatan kini menjadi sosok yang misterius.

Ia tidak hadir dalam persidangan gugatan perdata wanprestasi bisnis yang digalang tahun 2009 itu. Adiansyah tidak lagi tinggal di alamat lamanya di Jl. Dwikora Raya No 7, RT 008 RW 013, Kelurahan Halim Perdanakusumah, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

Jejak Adiansyah tidak terlacak sehingga majelis hakim hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2022), memutuskan memanggil tangan kanan Yusuf Mansur itu melalui iklan di media massa.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Resmi Diadukan ke Disnaker Kota Bandung

“Adiansyah selaku Dirut PT Adi Partner Perkasa tidak datang, demikian pula Pesantren Daarul Quran selaku tergugat kelima juga tidak dihadiri siapapun. Adiansyah tidak diketahui keberadaannya sehingga dilakukan panggilan melalui koran,” ujar penggugat Yusuf Mansur, Zaini Mustofa kepada Solopos.com, 15 Maret 2022 lalu.

Zaini Mustofa mengatakan sidang kali kedua di PN Jaksel hari ini agendanya masih verifikasi data.

Dalam kasus investasi batu bara, Adiansyah adalah tangan kanan Ustaz Yusuf Mansur. Menurut para investor yang merupakan jemaah Masjid Darussalam Cibubur, Adiansyah dibawa Yusuf Mansur ke masjid tersebut pada bulan Juni 2009.

Beberapa hari sebelum membawa Adiansyah, Yusuf Mansur terlebih dahulu melakukan presentasi tentang investasi batu bara di masjid tersebut.

Baca Juga: Karyawan Paytren Menuntut Hak, Bukan Meminta Sedekah Yusuf Mansur

“Peran Adiansyah sangat penting. Ia yang diandalkan Yusuf Mansur untuk berurusan dengan jemaah yang menjadi investor. Termasuk kunjungan ke lokasi tambang di Kalimantan Selatan itu yang datang Adiansyah, Yusuf Mansur tidak mau ikut,” ujar Zaini.

Namun Ustaz Yusuf Mansur membantah semua tudingan jemaah Masjid Darussalam. Yusuf Mansur mengaku tidak kenal dengan Adiansyah, yang menjabat Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa pada tahun 2009.

“Gagah nih di TV saya ngomong. Satu, pernah lihat saya gak, ketemu saya gak dalam urusan saya nawar-nawari investasi batu bara? Kalau ketemu di ceramah beda dong bos. ‘Ketemu kok dengan si ustaz, itu si ustaz ada orang batu bara kok’. Beda dong bos. Mana tahu juga saya kalau dia (Adiansyah, Direktur PT Adi Partner Perkasa) penipu. Bener-bener saya sewa restoran lalu saya bilang ‘eh ini ada bisnis batu bara bagus, lu ikut’,” ujar Yusuf Mansur seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube TVOne, Minggu (13/2/2022).

Baca Juga: Sidang Perdana Investasi Batu Bara, Investor: Semoga Yusuf Mansur Hadir

Yusuf Mansur menanyakan orang-orang yang kini menuntutnya terkait investasi batu bara itu melakukan transfer ke mana. Menurut Yusuf Mansur, dirinya tidak pernah menerima uang terkait dengan investasi yang kini digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.

“Transfernya ke mana? Yang disebut ikut investasi itu transfernya ke mana? Nah dulu saya gak pernah ngelayanin dengan kalimat sekarang ini. Kenapa? Tahun 2010 itu saya takut, demi Allah saya takut, baru ngerintis pesantren. Maka setengah mati juga saya ikut nahanin, ikut bayar-bayarin. Lah gara-gara ikut bayar-bayarin saya dianggap ikut nipu, laa ilaha illallah muhamadarrasulullah, allahuma shali ala shali wabarik alaihi,” ujar Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mempersilakan siapapun yang mengaku sebagai investor batu bara dan mempunyai bukti keterlibatannya untuk melapor ke polisi.

Baca Juga: Penggugat: Yusuf Mansur Berjanji Ganti Semua Investasi Batu Bara

Namun pengakuan Yusuf Mansur tidak mengenal Adiansyah terbantahkan oleh data di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pada bulan Juni 2011, PT Adi Partner Perkasa pernah digugat Bank CIMB Niaga atas dugaan wanprestasi.

Berdasarkan fakta di persidangan, Yusuf Mansur menjabat Komisaris Utama PT Adi Partner Perkasa sedangkan Adiansyah sebagai Direktur Utama.

“Tergugat III (Yusuf Mansur) dan tergugat IV (Muhammad Syakir Sula) mengakui tidak tahu menahu tentang pengajian kredit ke Bank CIMB Niaga. Mereka juga mengaku tidak pernah membubuhkan tanda tangan di berkas pengajuan kredit ke Bank CIMB Niaga yang diajukan Adiansyah pada Desember 2021. Bahwa apa yang dilakukan Adiansyah murni atas inisiatifnya sendiri,” kutip Solopos.com dari salinan putusan majelis hakim yang diketuai Suko Harsono SH pada 27 Maret 2012.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode