[x] close
Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis
Solopos.com|soloraya

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Solopos.com, SOLO—Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No.13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, ada larangan untuk angkutan darat yaitu kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Data traffic count Dinas Perhubungan  Kota Solo menunjukkan penurunan jumlah bus dan truk keluar masuk yang terjadi sejak H-6 hingga H1 Lebaran. Penurunan terjadi hampir sepersepuluh ketimbang tahun sebelumnya pada medio sama. Pada H-6 Lebaran 2020, bus dan truk yang keluar masuk mencapai 42.912 unit sementara pada H-6 Lebaran tahun ini hanya 6.878 unit. Angka itu terus menurun pada H1 Lebaran dimana tahun lalu menyentuh 16.712 kendaraan sementara pada 2021 ini hanya 907 unit. Dampaknya, jalanan Kota Solo tampak lengang, utamanya yang menjadi rute bus dari dan menuju Terminal Tirtonadi, kemudian jalur truk seperti jalan lingkar utara Solo.

Terminal Tirtonadi Lengang

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto membenarkan hal tersebut. Kondisi Terminal Tirtonadi sangat lengang, namun tak ada pengurangan jumlah petugas yang berjaga. “Adanya larangan mudik pada 6-17 Mei Lebaran, justru kami menambah petugas pengawasan keamanan dengan kondisi sepi penumpang. Kami menjaga aset, petugas piket tetap ada kami atur sifnya,” kata dia kepada solopos.com, Jumat (14/5/2021).

Kendati lengang, terminal tetap beroperasi seperti biasa untuk bus aglomerasi Soloraya. Misalkan Trans Jateng Sangiran-Solo, bus AKDP (antar kota dalam provinsi) Solo-Boyolali, Solo-Wonogiri, Solo-Klaten, Solo-Sragen dan seterusnya, lalu bus Batik Solo Trans (BST), dan angkutan feeder. “Unit-unit dari bus itu juga berkurang. Peningkatan penumpang ada pada H1 Lebaran yang memang untuk tujuan silaturahmi yang dekat-dekat. Tapi enggak seperti tahun lalu. Kan mereka ini memfasilitasi penumpang AKAP (antar kota antar provinsi) yang mau ke daerah lanjutannya,” jelas Joko.


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago