Ada Dua Pabrik Semen Baru, Pemerintah Diminta Tegas Terapkan Moratorium

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) diminta segera mengeluarkan peraturan tertulis mengenai moratorium izin pembangunan pabrik baru.
SHARE
Ada Dua Pabrik Semen Baru, Pemerintah Diminta Tegas Terapkan Moratorium
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pabrik. (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat dua pabrik baru beroperasi pada tahun lalu, yakni Semen Singa Merah dan Semen Grobogan di Tengah moratorium investasi industri semen.

Adapun, Semen Singa Merah diketahui merupakan merek milik Jember Hongshi Cement, perusahaan patungan Hongshi Holding Group asal China dengan PT Semen Imasco Asiatic Indonesia.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan, dua pabrik baru tersebut menambah kapasitas produksi industri semen sebesar 5 juta ton menjadi sekitar 116 juta ton per tahun.

Baca Juga: Dibangun 1910, Ini Wujud Pabrik Semen Tertua di Indonesia

Padahal, rata-rata konsumsi semen dalam negeri hanya berkisar 70 juta ton per tahun. “Dengan permintaan dalam negeri hanya sekitar 70 juta ton, maka industri semen kelebihan kapasitas sekitar 45 juta ton pada 2021,” kata Widodo kepada Bisnis, Senin (24/1/2022).

Widodo berharap, pemerintah dalam hal ini Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) segera mengeluarkan peraturan tertulis mengenai moratorium izin pembangunan pabrik baru.

Hal tersebut dilakukan demi kelangsungan kinerja industri semen dalam negeri. Kementerian Perindustrian sebelumnya juga telah melayangkan permintaan yang sama mengenai masalah tersebut.

Baca Juga: Semen Indonesia Bagikan 167 Hewan Kurban ke Daerah Terdampak Pabrik Semen

Adapun, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam rapat dengar pendapat dengan DPR belum lama ini menyatakan izin pembangunan pabrik semen baru telah disetop, sesuai arahan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dua daerah yang dikecualikan, yakni Papua dan Papua Barat karena masih adanya kekurangan pasokan untuk memenuhi permintaan.

Pada tahun lalu, Pemerintah juga memberikan izin pabrik semen baru di Kalimantan Timur kepada PT Kobexindo Cement untuk orientasi ekspor, dengan penjualan dalam negeri hanya sekitar 10–15 persen.

Widodo berharap produsen semen anyar tersebut mampu menaati perjanjian yang disepakati dengan pemerintah terkait orientasi ekspor.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago