[ X ] CLOSE

Ada Bekas Dahi & Kaki Sunan Bonang di Batu Ini

Bekas anggota badan yang membekas adalah dahi dan tapak kaki
Ada Bekas Dahi & Kaki Sunan Bonang di Batu Ini
SOLOPOS.COM - Pasujudan_Petilasan Sunan Bonang, Lasem, Kabupaten Rembang (Instagram/@explore.rembang)

Solopos.com, REMBANG — Pasujudan Sunan Bonang terletak kurang lebih 4 kilometer ke arah utara dari Kota Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa tengah. Sunan Bonang atau bernama asli R.  Maulana Makdum Ibrahim ini wafat pada 1525 Masehi dalam usia 60 tahun. Ia dimakamkan di rumah kediaman beliau di Desa Bonang, Kecamatan Lasem yang berjarak 17 km dari pusat Kota Rembang ke timur jurusan Surabaya.

Dilansir dari laman Instagram @explore.rembang, Rabu (27/10/2021), bangunan makam Sunan Bonang yang oleh kalangan penduduk setempat disebut “ndalemi” dibangun oleh seorang saudagar dari Juana, Sementara itu, pendapat lain mengatakan bahwa makam Sunan Bonang merupakan peninggalan Nyi Ageng Maloka, kakak dari Sunan Bonang yang pernah memerintah Kadipaten Binangun.

Setelah suaminya, Pangeran Wiranagoro wafat pada 1479 M, Kadipaten Binanganun pada 1480 M dipindah oleh Nyai Ageng Maloka ke Kota Lasem. Sementara itu. Petilasan/pasujudan Sunan Bonang berada di Desa Bonang, Kecamatan Lasem. Di tempat itu terdapat batu besar yang menurut tradisi lisan digunakan oleh Sunan Bonang sebagai sajadah dan tempat bershawalat atau bertapa atas perintah Nabi Haidir. Batu itulah yang dikenal dengan pasujudan atau tempat bersujud kepada Allah SWT yang digunakan oleh Sunan Bonang.

Baca Juga: Demak Diprediksi Tenggelam, Selat Muria Bakal Muncul Lagi?

Batu pasujudan Sunan Bonang
Batu pasujudan Sunan Bonang (Sumber: Okezone.com)

Di batu itu, diyakini oleh masyarakat setempat bahwa terdapat bekas anggota badan Sunan Bonang. Dilansir dari Okezone.com, bekas anggota badan yang membekas adalah dahi dan tapak kaki. Sebelumnya, Sunan Bonang menuntut ilmu di Pasai dan setelah selesai, Sunan Bonang mendirikan pesantren yang diberi nama Ana Ing Tlatah Bonang dan yang belajar di pesantren Sunan Bonang ini berasal dari berbagai penjuru nusantara.

Dari Pasujudan Bonang turun ke bawah kemudian berjalan sekitar 500 m lagi akan sampai pada pesarean atau makam Sunan Bonang. Makam itu berada di dalam bekas Komplek Kraton Lasem yang diberikan kepada Sunan Bonang untuk dipergunakan sebagai pesantren.

Kemudian berjalan sekitar 100 m sampai di masjid Sunan Bonang. Masjid ini berada di tengah perkampungan Desa Bonang yang merupakan salah satu peninggalan Sunan Bonang. Posisinya persis di sebelah selatan makam Sunan Bonang. Konon, Masjid ini merupakan salah satu tempat keramat Sunan Bonang karena penuh teka-teki yang belum dapat dipecahkan hingga saat ini.

Baca Juga: Sport Tourism Kendal Dikembangkan, Ada 1.000 Fasilitas Olahrga Ciamik

Teka-teki misteri yang belum bisa dipecahkan terkait dengan proses pembangunan masjid yang menurut cerita masyarakat secara turun-temurun, masjid ini muncul secara tiba-tiba hingga membuat warga terkaget-kaget saat itu. Para warga juga menanyakan kemunculan masjid ini kepada Sunan Bonang dan dijawab kalau masjid itu adalah omah gede (rumah besar).

Di lokasi inipun ada makam Putri Campa, yaitu makam Binangti (Winarti Kumala Wardani) yang menjadi mubalighah di Bonang sampai akhir hayatnya. Di situ banyak pengunjung oyang berdatangan dari beberapa daerah untuk berziarah



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago