Ada 80 IPAL, Pencemaran Limbah di Kali Jenes Solo Masih Saja Terjadi

Meski sudah ada 80 IPAL untuk mengolah limbah industri, pencemaran air Kali Jenes di Kota Solo terus saja terjadi dan menjadi keluhan masyarakat di sepanjang DAS.
SHARE
Ada 80 IPAL, Pencemaran Limbah di Kali Jenes Solo Masih Saja Terjadi
SOLOPOS.COM - Ketua Komisi III DPRD Solo, YF Sukasno (tengah), bersama para legislator komisi itu saat mengecek kondisi air Kali Jenes di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (19/1/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Komisi III DPRD Solo meminta petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo mengecek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) home industry di sepanjang daerah aliran sungai Kali Jenes Solo yang jumlahnya mencapai 80 unit.

Permintaan tersebut menyusul banyaknya aduan masyarakat tentang kondisi air sungai itu yang keruh dan berbau. Kondisi itu sudah berlangsung lama dan dirasakan angat mengganggu masyarakat sepanjang aliran sungai.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Apalagi berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan legislator Komisi III DPRD Solo, Rabu (19/1/2022), di Semanggi ditemukan air Kali Jenes sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Waduh, Talut Kali Jenes Solo Banyak yang Ambrol dan Rawan Longsor

Selain mengganggu, kondisi pencemaran limbah di Kali Jenes, Solo, itu mengancam kesehatan warga. Sidak tersebut didampingi petugas DLH Solo serta Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi.

“Menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi Kali Jenes yang bau dan airnya berwarna keruh, kami menyusuri jalan inspeksi dari wilayah RW 016, RW 012 hingga RW 010. Ternyata benar, airnya keruh dan bau,” ujar Ketua Komisi III DPRD Solo, YF Sukasno, kepada Solopos.com melalui pesan Whatsapp (WA), Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Kali Jenes Meluap, Belasan Rumah di Pajang Laweyan Terendam Banjir

Jalan Inspeksi

Politikus PDIP tersebut juga menemukan ada air yang keluar dari saluran dalam kondisi berbuih. Berdasarkan penjelasan petugas DLH Solo kepada rombongan Komisi III DPRD Solo, di sepanjang aliran Kali Jenes terdapat 80 home industry dan perusahaan menengah. “Kami minta DLH melihat IPAL mereka,” katanya.

Pengecekan IPAL menurut Sukasno penting untuk memastikan instalasinya masih berfungsi. Sebab bisa saja karena lama tidak dibersihkan, fungsi IPAL itu menurun drastis. “Kami juga menemukan jalan inspeksi Kali Jenes tergerus bangunan warga, sehingga ada yang lebarnya hanya 70 sentimeter,” tutur Sukasno.

Baca Juga: Kali Jenes Meluap, Pajang Solo Banjir dengan Ketinggian sampai 1 Meter

Ia  juga meminta kepada penanggung jawab wilayah maupun bidang untuk mengklarifikasi temuan pencemaran limbah di Kali Jenes, Solo, tersebut. Keberadaan jalan inspeksi di kanan-kiri sungai sangat penting dan ada ketentuan yang mengaturnya. “Saya heran kok bisa bikin bangunan berdiri menjorok ke jalan inspeksi. Sangat bahaya,” tegasnya.

Dalam waktu dekat Komisi III DPRD Solo akan menggelar rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas temuan sidak hari itu. Pemilik bangunan yang menjorok ke jalan inspeksi akan diundang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago