Ada 2 Anak Balita, Ini Perincian 32 Kasus Baru Positif Covid-19 Solo

Dua anak balita ikut menambah jumlah kasus baru konfirmasi positif Covid-19 Kota Solo pada Kamis (15/10/2020).
SHARE
Ada 2 Anak Balita, Ini Perincian 32 Kasus Baru Positif Covid-19 Solo
SOLOPOS.COM - Kita harus melindungi anak-anak agar tidak terpapar virus corona (ilustrasi/freepik)

Solopos.com, SOLO -- Tambahan 32 kasus baru positif Covid-19 Kota Solo pada Kamis (15/10/2020) merentang usia dari anak balita hingga usia lanjut. Tercatat ada dua anak usia bawah lima tahun atau balita dalam daftar 32 kasus tersebut.

Keduanya yakni NA, 2, asal Kelurahan Jagalan, dan AP, 4, asal Kelurahan Gandekan. Keduanya berada dalam wilayah Kecamatan Jebres.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Selain itu juga ada empat orang usia belasan tahun. Masing-masing IP, 11, asal Jebres, NR, 19, juga asal Jebre. Kemudian AD, 17, asal Jagalan, dan MA, 14, asal Purwosari.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Tambah 27 Kasus Dalam 2 Hari, Jumlah Positif Covid-19 Sragen Tembus 700 Orang

Kasus baru positif Covid-19 Solo yang usia 20-an tahun ada tujuh orang yakni Im, 28, asal Jebres, FN, 20, asal Baluwarti. Kemudian SA, 22, asal Purwosari, RR, 29, asal Kadipiro, MF, 25, asal Joglo, WJ, 26, asal Semanggi, dan FS, 26, asal Mojosongo.

Usia 30-an ada tiga orang yakni ST, 32, asal Jagalan, GG, 32, asal Jebres, dan AS, 35, asal Gandekan. Usia 40-an ada tujuh orang yakni SS, 41, asal Jagalan, Su, 47, asal Jagalan, AA, 43, asal Jebres, Si, 48, asal Gandekan, WL, 46, asal Gandekan, SL, 40, Jagalan.

Selebihnya yakni SU, 59, dan Ba, 62, keduanya dari Tipes, ST, 57, asal Pajang, Ng, 57, dan Sr, 53, keduanya asal Mojosongo. Lalu SZ, 69, asal Jebres, KB, 68, asal Gandekan, TH, 56, asal Jagalan, dan terakhir Ro, 50, asal Kadipiro.

Muncul 3 Klaster Baru, Solo Tambah 32 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sehari

Tiga Klaster Baru

Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo mencatat temuan tiga klaster baru dari kategori keluarga dan tetangga pada kasus baru, Kamis. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan ketiga klaster tersebut berada dalam wilayah Kecamatan Jebres.

Klaster keluarga pertama yakni dari Kelurahan Gandekan dengan jumlah 10 kasus positif. Perinciannya, satu kasus induk plus tiga anggota keluarga dan tambahan enam kontak erat yang positif pada Kamis.

"Kami meminta mereka tetap karantina mandiri karena pasti sempat berkontak dengan yang positif,” kata Ahyani kepada Solopos.com melalui telepon, Kamis (15/10/2020).

Meledak Lagi! 16 Warga Klaten Terpapar Covid-19, 1 Orang Meninggal Dunia

Klaster baru penularan Covid-19 Solo dari kategori keluarga dan tetangga berikutnya berasal dari Kelurahan Jagalan. Kasus bermula dari seorang pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi.

Kemudian, DKK melanjutkan tracing dan mendapati empat kontak erat dan dekatnya ikut tertular virus SARS CoV-2. Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan kontak kasus tersebut seluruhnya asimtomatik.

Namun, induk kasusnya masih menjalani rawat inap. “Kasus induk Jagalan ini terkonfirmasi pada Sabtu [10/10/2020] lalu. Kontaknya terkonfirmasi Kamis ini,” kata Ning, sapaan akrabnya.

Simulasi PTM SMAN 3 Solo Jalan Terus Meski Ada Siswa Yang Reaktif Rapid Test

Kumulatif

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo melanjutkan sumbangan klaster baru dari keluarga berikutnya dari daerah Kentingan, Kelurahan Jebres. Kasus juga merupakan ekor dari pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi.

Sebanyak empat anggota keluarga dari kasus induk ikut terpapar. “Kasus yang ekornya panjang berawal dari pasien suspek. Makanya, perlu berhati-hati untuk tetap menjaga protokol kesehatan meski hanya lingkungan yang terkecil,” ucapnya.

98 Warga Sukoharjo Terjaring Razia Masker, Kebanyakan Ngaku Lupa

Dengan tambahan 32 kasus termasuk dari klaster baru, jumlah kumulatif konfirmasi Covid-19 Kota Solo menembus 864 orang. Perinciannya, 60 rawat inap, 136 isolasi mandiri, 637 sembuh/pulang, dan 31 meninggal dunia.

Sedangkan catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.239 orang, dengan perincian 1.145 sembuh, 18 rawat inap (suspek aktif). Lalu delapan orang isolasi mandiri, dan 66 suspek meninggal dunia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago