[ X ] CLOSE

90 Karya Seni Rupa Semarakkan Pameran Lentik/Lenting ISI Surakarta

Pameran Lentik/Lenting adalah gagasan untuk melihat lentiknya potensi pengetahuan seni tradisi dengan segenap ciri artistik dan estetiknya, serta potensinya untuk melenting.
90 Karya Seni Rupa Semarakkan Pameran Lentik/Lenting ISI Surakarta
SOLOPOS.COM - Pameran nasional karya unggulan Lentik/Lenting yang digelar FSRD Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Fakutas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta atau ISI Solo menyelenggarakan pameran nasional karya unggulan bertajuk Lentik/Lenting.

Pameran nasional ini diikuti dosen dan mahasiswa FSRD ISI Surakarta serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dari luar yakni ISI Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, ISBI Aceh, UPN Veteran Jawa Timur, STKW Wilwatikta, ISI Denpasar, UNPAS Bandung, dan UNP Padang.

Menurut M. Hendra Himawan selaku kurator, pameran Lentik/Lenting adalah gagasan untuk melihat lentiknya potensi pengetahuan seni tradisi dengan segenap ciri artistik dan estetiknya, serta potensinya untuk melenting — melakukan lompatan-lompatan penting dalam peniptaan gagasan kekaryaan seni kontemporer — saat ini.

Baca juga: Tim Scenema Prodi Film dan Televisi ISI Solo Juara 3 Lomba Inovasi Digital Kemdikbudristek

Melalui pameran nasional Lentik/Lenting ini diharapkan muncul kerja-kerja kolaboratif sebagai bentuk inisiasi masing-masing Prodi di FSRD ISI Surakarta, membangun jejaring kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi seni di Indonesia lainnya dan masyarakat sebagai publik apresian.

Pelibatan beragam institusi ini mengusung gagasan besar pembentukan platform kerja sama dalam pengembangan seni rupa di Indonesia. Sekitar 90 buah karya seni rupa akan dipamerkan di Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta.

Oase bagi Keringnya Hidup

Karya-karya terbaik yang dipamerkan merupakan model-model pembacaan yang dilakukan oleh para civitas akademia seni cum para seniman yang mendudukkan konsep penciptaan dan capaian artistik yang selaras dengan konteks seni hari ini.

Baca juga: Resmi! I Nyoman Sukerna Dilantik Jadi Rektor ISI Solo

Maka “bahasa milenial”, “kegembiraan”, “penghiburan” menjadi aras untuk melakukan serangkaian pembacaan atas fenomena keseharian, pemaknaan atas tradisi, dan tafsir-tafsir atas nilai pekerti luhur yang berseliweran, yang menjadi oase bagi keringnya hidup karena modernitas, globalisasi dan kapitalisasi imajinasi berkedok industri kreatif.

Rektor ISI Surakarta, Dr. I. Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum, menyampaikan kegiatan pameran ini dapat menjadi titik kebangkitan kehidupan berkesenian dalam penciptan karya-karya seni di kampus ISI.

“Selain itu, menggugah kesadaran kita bersama, bahwa pandemi tidak seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk larut dalam kesedihan dan larut dalam ketidakberdayaan. Justru sebaliknya, kita harus bangkit dan mandiri dengan kekaryaan kita,” jelasnya.

Baca juga: Kreatif! Mahasiswa ISI Solo Bikin Batik Motif Covid-19, Ini Wujudnya

Dia berharap kegiatan pameran itu menjadi momentum kebangkitan masyarakat kampus ISI Surakarta dan khususnya civitas akademika FSRD di tengah pandemi untuk tetap produktif dalam berkarya seni.

“Mendiskusikannya, mendiseminasikan, mensosialisasiakan, dan juga sebagai ajang untuk promosi hasil karya terbaik yang ada di 4 Jurusan FSRD ISI Surakarta untuk masyarakat luas agar diapresiasi sebagai pengayakan pengalaman. Serta membangun jejaring dengan berbagai sektor di luar kampus ISI Surakarta,” ungkap dia.

Budaya Lokal Semakin Diapresiasi

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Joko Budiwiyanto, S.Sn., M.A menambahkan ada satu slogan yang mengatakan bahwa semakin global, semakin lokal.

“Artinya di dunia modern seperti sekarang ini justru kearifan budaya lokal merupakan daya tarik tersendiri dan perlu ditempatkan pada posisinya agar adaptif menyesuaikan perkembangan zaman sehingga dapat diterima masyarakat secara luas,” jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa ISI Solo Sajikan Gaehwa Di Festival Gugak Indonesia 2021

Dengan demikian, lanjut dia, seni dan budaya lokal semakin mempunyai tempat di hati masyarakat untuk diapresiasi, dipelajari, diteliti, dan diaplikasikan di dalam kehidupan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Kemampuan mengamati, meneliti, menganalisis, dan mengkonsepnya menjadi sebuah konsep karya seni, selanjutnya mengolah, menata, mengkomposisikan, dan mengemas kembali budaya local menjadi karya seni baru yang lebih adaptatif terhadap kebutuhan masyarakat modern dewasa ini menunjukkan keseriusan civitas akademika FSRD ISI Surakarta dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya nusantara,” beber dia.

Menurut selaku ketua pelaksana pameran, Dr. “Cia” Syamsiar, S.Pd., M.Sn., selain pameran juga akan diselenggarakan Webinar Nasional, Senin (18/10/2021) pukul 09.30 WIB dengan tema Relevansi Tradisi Menjawab Industri Seni : Posisi dan Strategi Institusi Pendidikan Seni.

Baca juga: MBKM di Soloraya: Ada Kampus Berlari, Ada Yang Masih Menata Diri

Webinar menghadirkan narasumber Dr. Restu Gunawan, M.Hum (Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbudristek), I Wayan Seriyoga Parta, S.Sn, M.Sn (Dosen Seni Rupa UNG, Kurator Seni Rupa, Penulis), Asmoro Nurhadi Panindias, S.sn, M.Sn (Praktisi Desain, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta) dan moderator oleh Eko Sri Haryanto, S.Sn, M.Sn. (Dosen Prodi Desain Interior FSRD ISI Surakarta).



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago