9 Desa di Boyolali Gelar Pilkades PAW Hari Ini, Ini Daftarnya
Solopos.com|soloraya

9 Desa di Boyolali Gelar Pilkades PAW Hari Ini, Ini Daftarnya

Dewan pemilih yang ada di tiap-tiap desa terdiri dari perwakilan lapisan masyarakat yang disiapkan oleh panitia pemilihan dengan jumlah maksimal 100 orang.

Solopos.com, BOYOLALI -- Sembilan desa di Kabupaten Boyolali akan menggelar pemilihan kepada desa pengganti antar waktu atau pilkades PAW, Rabu (21/4/2021). Pemilihan akan dilakukan oleh dewan pemilih di masing-masing desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, mengatakan sembilan desa yang menggelar pilkades PAW tersebut di antaranya adalah Desa Teter, Desa Wates dan Desa Pelem untuk Kecamatan Simo; Desa Selo, Kecamatan Selo; Desa Lampar, Kecamatan Tamansari.

Kemudian Desa Glintang, Kecamatan Sambi; Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro; Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede dan Desa Pakel, Kecamatan Andong. "Untuk pemilihan nanti melalui dewan pemilih," kata dia, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Uji Coba PTM Dua SD di Boyolali Dihentikan Sementara, Ada Apa?

Dia mengatakan dewan pemilih yang ada di tiap-tiap desa tersebut terdiri dari perwakilan lapisan masyarakat yang disiapkan oleh panitia pemilihan. Jumlah dewan pemilih maksimal adalah 100 orang.

"Dewan pemilih terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, perwakilan petani, nelayan kalau ada, perempuan, pemuda, kemudian kelompok seni, yang dipilih panitia," lanjut dia.

Mengenai proses pemilihan, ungkap Purwanto, nantinya dewan pemilih bisa melakukannya dengan musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai mufakat, bisa dengan cara voting.

Baca juga: Capaian PAD dari Sektor Wisata Boyolali Diprediksi Masih Jeblok, Kenapa?

Dia mengatakan kepala desa PAW nantinya hanya menyelesaikan sisa masa jabatan kepala desa sebelumnya. Menurutnya dari sembilan desa tersebut, tujuh di antaranya mengalami kekosongan kepala desa karena meninggal dunia.

Sedangkan dua desa lainnya, harus ada PAW karena kepala desa sebelumnya bermasalah, yakni terlibat kasus korupsi untuk Desa Teter dan pungutan liar untuk Desa Lampar.

"Kenapa harus ada PAW? Karena sisa masa jabatannya masih dari satu tahun. Kalau sisa masa jabatannya beragam, ada yang tiga tahun ada yang empat tahun," jelas dia.

Menurut Purwanto, proses persiapan pemilihan PAW tersebut sudah dilakukan sejak Maret lalu. Sedangkan untuk biaya yang timbul dari kegiatan itu ditanggung dari anggaran masing-masing desa.

Baca juga: Tepok Jidat! Maling di Boyolali Nyolong Scoopy Tapi Motor Sendiri Ditinggal di Lokasi Kejadian



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago