9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.
9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengalokasikan anggaran sampai Rp25 miliar pada 2022 untuk penyertaan modal bagi sembilan badan usaha milik daerah atau BUMD di wilayah setempat

Penyertaan modal itu diberikan Pemkab Sragen supaya BUMD itu tumbuh. Dari sembilan BUMD itu, ada tiga BUMD yang berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Tiga BUMD yang mendapatkan penghargaan itu terdiri atas PT BPR Syariah Sukowati Sragen, PT BPR Bank Djoko Tingkir Sragen (Perseroda), dan PT BPR BKK Karangmalang Sragen (Perseroda).

Baca juga: Factory Sharing Mebel Rp13 Miliar akan Dibangun di Kalijambe Sragen

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai pembina atas tiga BUMD tersebut pun mendapatkan tiga penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2021. Penghargaan tersebut diserahkan kepada Bupati oleh perwakilan BUMD di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (28/9/2021). Selain itu, direktur utama di tiga BUMD juga mendapatkan penghargaan Top CEO BUMD 2021.

Yuni, sapaan akrab Bupati, bersyukur di era pandemi Covid-19 ternyata para BUMD di Sragen masih bisa berprestasi atas inovasi-inovasi dalam manajemen.

Tanggung Jawab Pemerintah

Yuni mengingatkan kepada para pimpinan BUMD bahwa pada 2022 sektor ekonomi harus dipulihkan. Dia menekankan pertumbuhan ekonomi yang minus di Sragen menjadi tanggung jawab pemerintah dan stakeholders untuk menaikkan kembali.

“APBD 2022 lebih banyak porsinya untuk pemulihan ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Serta adanya penyertaan modal kepada BUMD senilai Rp25 miliar. Mari kita sama-sama memulihkan ekonomi negara!” ajak Yuni, Selasa.

Baca juga: Karyawan BUMD Sragen Diwajibkan Cari 5 Sasaran Vaksinasi Covid-19

Dia menerangkan Sragen sebenarnya bisa turun level 2 tetapi harus berbarengan dengan daerah lain di algomerasi Soloraya. Dia menjelaskan cakupan vaksinasi di Sragen memang sudah mencapai 52,5% tetapi daerah lain di Soloraya masih berada di bawah 50%.

Vaksinasi ke depan, kata dia, merambah ke desa-desa karena mulai berkurang animo masyarakat yang datang untuk vaksin. Mendatangkan warga untuk divaksin sekarang, kata Yuni, menjadi tantangan besar.

“Kendati tren perkembangan kasus Covid-19 di Sragen turun drastis tetapi jangan sampai membuat warga terlena. Para pakar epidemiologi memprediksikan akan terjadi ledakan Covid-19 pada Desember 2021. Kita harus bersiap supaya Sragen tidak mengalami ledakan ketiga itu,” harap Yuni.

Yuni berpesan kepada para pimpinan BUMD bisa ikut andil dalam percepatan vaksinasi dan tetap mempertahankan inovasi serta prestasi yang sudah diraih.

Baca juga: Pemkab Sragen Tak Asal Tutup Sekolah Jika Ada Kasus Positif Covid-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menambahkan penilaian dalam penghargaan BUMD 2021 itu dilakukan secara independen. Penilaian itu linier dengan pertumbuhan BUMD yang dicapainya.

Terjun ke Desa-Desa

Tatag menyitir pernyataan Yuni yang mencontohkan pertumbuhan bisnis BPR Djoko Tingkir pascatidak mengelola dana desa (DD). Dia mengatakan ketika BPR Djoko Tingkir tak mengelola DD dikira akan mengalami penurunan kinerja ternyata sebaliknya.

“Djoko Tingkir justru memiliki banyak inovasi dengan terjun ke desa-desa. Djoko Tingkir menggarap segmen yang kecil-kecil yang lebih kreatif karena digarap oleh manajemen yang muda-muda. Nah, Rp25 miliar pada 2022 itu diberikan untuk penyertaan modal ke semua BUMD supaya tumbuh. Tahun ini sudah ada penyertaan modal ke PDAM senilai Rp2,5 miliar untuk pengembangan pelanggan dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Tangen dan Jenar,” ujar Sekda.

Dia mengatakan warga di Tangen dan Jenar ternyata kurang tertarik untuk menjadi pelanggan PDAM meskipun mereka sebenarnya kekurangan air saat musim kemarau. Dia menyampaikan situasi pandemi mungkin berat bagi masyarakat untuk membeli air dengan menjadi pelanggan PDAM.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Lebihi Target, Kapan Sragen Masuk Level 2 PPKM?

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago