top ear
Informasi Pencegahan Demam Berdarah (Dok/JIBI/Solopos)
  • SOLOPOS.COM
    Informasi Pencegahan Demam Berdarah (Dok/JIBI/Solopos)

8 Warga Karanganyar Meninggal Akibat Demam Berdarah di 2019

838 Kasus demam berdarah terjadi pada tahun lalu di Karanganyar.
Diterbitkan Jumat, 10/01/2020 - 17:20 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
1 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat sebanyak 838 kasus demam berdarah terjadi pada tahun 2019.

Untuk menekan angka penularan kasus demam berdarah, DKK Karanganyar memperkuat satuan tugas (satgas) di tingkat desa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, ketika berbincang-bincang dengan wartawan Kamis (9/1/2020).

Menurutnya, dari 838 kasus demam berdarah yang tercatat selama 2019, delapan pasien di antaranya meninggal dunia. Kasus meninggal akibat demam berdarah tersebar di Kecamatan Jaten, Colomadu, Jumantono, Tasikmadu, dan Kebakkramat.

Kasus demam berdarah terbanyak, menurut Cucuk, terjadi di Karanganyar Kota dengan angka 155 kasus, diikuti Colomadu sebanyak 124 kasus, dan Tasikmadu sebanyak 119 kasus.

Menurutnya, di masa peralihan musim, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit demam berdarah. DKK nantinya akan secara rutin mengingatkan kepada setiap instrumen masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Awal tahun hingga saat ini belum ada laporan. Tapi banyaknya kasus kemarin itu saat kami telusuri disebabkan aktivitas kewaspadaan kendur. Pada saat yang sama kami akan ingatkan lagi. Kami ada tim satgas di tingkat desa,” imbuh dia.

Waduk Gondang Karanganyar bakal Jadi Objek Wisata Buah, Olahraga, dan Mancing

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan mekanisme untuk menyediakan jaminan pembiayaan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Selama masyarakat mau dengan standar pelayanan pemerintah. Soalnya kadang minta diganti dan maunya dirawat di kelas tertentu. Itu tidak bisa kami akomodir. Karena standar pemerintah kan perawatan kelas tiga,” kata dia.

Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini