top ear
Salah satu candi perwara di kompleks Candi Prambanan yang sudah rampung dipugar, Sabtu (14/12/2019. (Solopos/Ponco Suseno)
  • SOLOPOS.COM
    Salah satu candi perwara di kompleks Candi Prambanan yang sudah rampung dipugar, Sabtu (14/12/2019. (Solopos/Ponco Suseno)

7 Candi Perwara di Prambanan dan Sekitarnya Rampung Dipugar

Berita Klaten tentang pemugaran tujuh candi perwara di kawasan Prambanan.
Diterbitkan Minggu, 15/12/2019 - 09:41 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Tujuh candi perwara di Prambanan dan sekitarnya rampung dipugar, Sabtu (14/122019). Peresmian purnapugar candi perwara di Prambanan dan sekitarnya merupakan upaya melestarikan candi.

Seperti diketahui, candi merupakan salah satu kekayaan budaya sekaligus identitas bangsa Indonesia. Berdasarkan pantauan Solopos.com, rangkaian acara peresmian purnapugar candi perwara di Prambanan dan sekitarnya dipusatkan di halaman timur kompleks Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat publik, mulai dari Direktur Pelestari Cagar Budaya Museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Arda; Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko, Edy Setijono; Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Sukronedi; Kepala BPCB Jogja, Zaimul Azzah; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten, Agus Suprapto; dan tamu undangan lainnya.

Tujuh candi perwara yang purnapugar tersebut antara lain; dua candi perwara di kompleks Candi Sewu, satu candi perwara di komlpeks Candi Prambanan, tiga candi perwara di kompleks Candi Kedulan, satu candi perwara di kompleks Candi Plaosan. Sebagai informasi, candi perwara yang purnapugar itu merupakan candi kecil di sekitar candi induk.

“Dengan purnapugar candi perwara [di Candi Prambanan, Candi Kedulan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan], diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, misalnya untuk penelitian. Mengungkap cerita di balik candi. Sehingga informasi yang diperoleh itu dapat disebarluaskan ke publik, termasuk di kalangan pendidikan [di sekolah-sekolah],” kata Direktur Pelestari Cagar Budaya Museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Arda, saat ditemui wartawan di kompleks Candi Sewu Klaten.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Sukronedi, mengatakan pemugaran setiap candi perwara membutuhkan anggaran senilai Rp700 juta-Rp800 juta. Sumber anggaran berasal dari APBN. Setiap tahunnya, BPCB Jateng mematok target dapat memugar dua candi perwara.

“Di tahun 2020, target kami masih dua [memugar candi perwara]. Hal itu sama persis di tahun 2019,” katanya.

Sukronedi mengatakan jumlah candi perwara di kompleks Candi Sewu mencapai 240 candi. Sedangkan jumlah candi perwara di Plaosan mencapai 242 candi.

“Dari 240 candi perwara di kompleks Candi Sewu yang purnapugar baru 16 candi. Lalu, dari 242 candi perwara di kompleks Candi Plaosan yang purnapugar baru 20 candi,” katanya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini