Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

7.000-an Unit Rumah Subsidi akan Dibangun di Boyolali, Wilayah Mana?

Di Boyolali akan dibangun lebih dari 7.000 rumah bersubsidi. Rumah tersebut akan tersebar di sejumlah kecamatan.
SHARE
7.000-an Unit Rumah Subsidi akan Dibangun di Boyolali, Wilayah Mana?
SOLOPOS.COM - ilustrasi perumahan (Bisnis-Nurul Hidayat)

Solopos,com, BOYOLALI — Sekitar 7.107 unit rumah bersubsidi akan dibangun di Kabupaten Boyolali. Jumlah tersebut tersebar di berbagai wilayah yang berdekatan dengan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Kepada Bidang (Kabid) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Boyolali, Tulus Raharjo, mewakili Kepada DPKP Boyolali, Hendrarto Setyo Wibowo, mengungkapkan pembangunan perumahan bersubsidi itu bergeser dari Kecamatan Ngemplak. Pasalnya lahan di Ngemplak sudah hampir penuh.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Ia mengatakan pembangunan perumahan bersubsidi sudah mulai bergeser ke arah Sambi dan Klego karena di dua tempat tersebut telah terdapat pabrik.

“Sekitar 7.107 unit itu masih dalam proses rencana dan sudah ada di data kami. Rumah berusbidi itu nanti dibangun di Sambi, Simo, Klego, kemudian ada di Karanggede, tapi sedikit,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Rabu (10/8/2022).

Tulus mengungkapkan dengan dibukanya pabrik di Sambi dan Klego mampu menarik pekerja dari luar kabupaten seperti dari Grobogan. Pembangunan perumahan bersubsidi itu untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal pekerja.

Baca Juga: Milenial Sulit Punya Rumah, Tak Ada Rumah Bersubsidi di Solo

“Di belakang pabrik yang di Klego itu rencananya ada sekitar 500-an unit yang akan dibangun. Saat ini baru persiapan untuk proses perizinan perumahan di sana,” jelas dia.

Lebih lanjut, Tulus mengungkapkan menurut data DPKP Boyolali, mulai 2015–Juli 2022 ada sekitar 5.871 unit rumah bersubsidi yang dibangun di Boyolali. Sebagian berada di Ngemplak. Perumahan itu ditinggal oleh warga yang kebanyakan bekerja di Solo, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.

“[Perumahan] yang sekitar Ngemplak itu berkembang ke arah barat seperti ke Sambi dan sebagian Simo. Sedangkan untuk pekerja di daerah Klaten dan sekitarnya bisa mengambil di wilayah Mojosongo dan Teras,” kata dia.

Kemudahan Akses jadi Prioritas

Tulus mengungkapkan area yang biasanya dicari para pengembang adalah wilayah yang memiliki akses mudah ke kota dan dekat dengan fasilitas umum seperti pasar dan sekolah.

Baca Juga: Ribuan Rumah Bersubsidi Akan Dibangun di Soloraya Tahun Ini

Ia mengungkapkan sejak 2017, Kecamatan Ngemplak banyak dilirik investor dan sudah seperti primadona perumahan baik subsidi maupun komersial.

“Kalau Ngemplak kan enggak begitu jauh dari Kota Solo dan dekat dengan pasar-pasar tradisional. Jadi perkembangan perumahan baik subsidi maupun komersial pesat, Secara jumlah lebih banyak yang subsidi karena biasanya komersial itu agak sulit untuk menjual,” terang dia.

Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boyolali, Santi Mulya Dewi, mewakili Kepala DPMPTSP Boyolali, Purnawan Raharjo, menjelaskan mekanisme perizinan perumahan subsidi di Boyolali.

rumah bersubsidi boyolali
Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Santi Mulya Dewi, Senin (8/8/2022).(Solopos.com/Ni’matul Faizah)

“Sekarang kan lewat OSS [Online Single Submission], dan untuk perumahan bersubsidi di OSS juga dipermudah alias risikonya rendah,” kata dia.

Baca Juga: Pengembang Rumah Bersubsidi Soloraya Pilih Lahan di Pinggiran

Pemohon perizinan perumahan subsidi juga akan dibantu jika mengalami kesulitan. Seperti dalam  pendaftaran permohonan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pernyataan mandiri untuk Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan (SPPL).

Santi mengungkapkan pemerintah memang memberikan kemudahan bagi pengembang perumahan bersubsidi. Pengembang hanya cukup membuat pernyataan mandiri untuk SPPL. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali akan memantau untuk pengelolaan lingkungan hidupnya.

“Kemudian, ketika mereka mau membangun, harus memenuhi PBG [Persetujuan Bangunan Gedung] dan sekarang sistemnya online lewat SIMBG. Nanti DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] Boyolali yang memproses, setelah DPU selesai baru masuk ke sistem kami sehingga keluar PBG-nya,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode