6 Aktivitas di Rumah untuk Anak agar Lebih Produktif

Sembari meluangkan waktu bersama anak, coba lakukan beberapa kegiatan produktif ini untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
6 Aktivitas di Rumah untuk Anak agar Lebih Produktif
SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak bermain di rumah. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Kenyamanan berada di rumah bersama anak seharusnya tidak hanya menjadi ruang untuk kesenangan dan hiburan semata. Waktu-waktu ini juga harusnya bisa dijadikan kesempatan untuk mendorong momen pembelajaran anak, pengembangan keterampilan tertentu atau artikulasi beberapa nilai yang akan berfungsi untuk membentuk orang yang akan berguna di masa depan.

Sembari meluangkan waktu bersama anak, coba lakukan salah satu dari beberapa kegiatan produktif ini untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Memasak Bersama

Memasak tidak harus selalu rumit. Ada begitu banyak resep lezat yang menunggu untuk dimasak. Aktivitas ini penting untuk dilakukan karena memasak bersama anak akan membantunya memoles keterampilan manualnya dalam menggunakan alat dan perkakas, mengajarkan tentang matematika melalui proporsi dan ukuran, menunjukkan kepadanya nilai sebuah penungguan, mengikuti instruksi, dan memberikan tugas untuk mencapai tujuan dengan hadiah makanan yang lezat.

Membuat Kerajinan Tangan

Salah satu kegiatan khas yang dapat dilakukan di rumah bersama anak-anak dan yang tidak akan pernah ketinggalan zaman karena kemungkinannya yang tak terbatas, adalah membuat kerajinan tangan. Kamu juga sebenarnya tidak perlu menyiapkan terlalu banyak untuk membuat sesuatu yang luar biasa.

Baca Juga: Hindari Kerumunan, Ini 5 Aktivitas Menyenangkan Bareng Anak di Rumah

Belajar membuat kerajinan dapat membantu mengembangkan atau meningkatkan keterampilan pada anak. Si buah hati akan belajar untuk menggunakan peralatan, mengikuti instruksi sembari memantik kreativitas mereka.

Kegiatan seperti ini juga dapat mengajarkan anak cara tentang bagaimana sebuah benda sehari-hari akan terus dapat berguna jika diolah dengan tepat.

Belajar sambil Bermain

Melalui eksperimen di rumah, para orang tua dapat mendekatkan anak dengan sains tanpa harus menghabiskan banyak biaya. Momen belajar sambil bermain ini juga akan membuka paradigma baru bagi si anak.

Membangkitkan rasa ingin tahu tentang bagaimana dan mengapa akan mendorong anak untuk memiliki sikap mau belajar, sambil mengembangkan pemikiran logis dan kreatif.

Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Menanamkan Kebaikan pada Anak? Ini Penjelasannya

Replikasi eksperimen juga akan membantu anak untuk mempelajari dan menerapkan konsep yang mungkin masih abstrak sebelumnya.

Bermain Game Klasik

Permainan klasik yang berbentuk analog seperti ludo, ular tangga dan beberapa jenis permainan analog lainnya telah digantikan oleh varian alternatif digital, yang meskipun tidak semuanya buruk, tidak memiliki komponen analog dan mirip dengan permainan sebenarnya.

Jadi untuk kebutuhan variasi, tidak ada salahnya untuk menyatukan keluarga di sekitar aktivitas yang sangat analog ini. Permainan ini akan mengajarkan anak cara menghormati aturan, membantunya mengembangkan kapasitas tertentu untuk pandangan ke depan, pemikiran strategis, dan mengelola perasaan yang kuat seperti frustrasi atau euforia.

Traveling Virtual

Mengingat liburan masih belum menjadi pilihan yang ideal, Internet menawarkan kemungkinan untuk bepergian secara virtual ke banyak lokasi dan menjelajahi dunia dari rumah.

Baca Juga: Kekerasan di Rumah, Siapakah yang Lebih Sering Mencubit Anak, Bapak atau Ibu?

Dengan melakukan aktivitas ini, anak akan dapat belajar tentang geografi, budaya yang beragam di dunia serta memahami bagaimana perbedaan membuat kita unik dan setara pada saat yang sama.

Belajar Bahasa Asing

Belajar bahasa asing terutama bahasa Mandarin di waktu senggang selama bonding time bersama anak mungkin kedengaran terlalu dipaksakan. Tapi eits tunggu dulu. Belajar online via LingoAce tidak sama dengan belajar biasa. Itu karena, startup ini sudah memiliki pakem pendekatan khusus yang menyatukan konsep bermain sambil belajar.

Platform e-learning ini juga menyediakan dua varian kurikulum yang cocok untuk diaplikasikan untuk anak umur 6 sampai 15 tahun. Para orang tua yang berminat dapat memilih antara kurikulum internasional atau kurikulum standar Singapura.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Membacakan Dongeng ke Anak Punya Banyak Manfaat

Hebatnya lagi, LingoAce juga memastikan bahwa guru-guru yang mereka miliki memiliki spek terbaik. Selain harus native speaker, untuk jadi pengajar di LingoAce juga harus memiliki sederet sertifikat seperti Putonghua dengan nilai minimum “2-A” dan masih banyak lagi.

Ayo, mulai rencanakan aktivitas seru dengan belajar bahasa Mandarin di LingoAce! Daftar kelas gratisnya sekarang!

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago