Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

550 UMK Soloraya Terima Nomor Induk Berusaha

Proses penerbitan perizinan berusaha khususnya bagi UMK saat ini sudah sangat mudah, cepat, transparan bahkan gratis.
SHARE
550 UMK Soloraya Terima Nomor Induk Berusaha
SOLOPOS.COM - Menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan sambutan dalam acara pemberian NIB untuk pelaku UMK di De Tjolomadoe, Karanganyar, Rabu (6/7/2022). (Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, KARANGANYAR—Kementerian Investasi bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM memberikan 550 Nomor Induk berusaha (NIB) kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) perseorangan Soloraya di De Tjolomadoe, Karanganyar, Rabu (6/7/2022).

Melalui aplikasi Online Single Submission (OSS), para pelaku UMK diharapkan dapat mengurus NIB secara mandiri melalui HP pintar.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Berdasarkan laporan dari Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Achmad Idrus, tujuan kegiatan yang dilakukan di De Tjolomadoe adalah untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada pelaku usaha, bahwa proses penerbitan perizinan berusaha khususnya bagi UMK saat ini sudah sangat mudah, cepat, transparan bahkan gratis.

Pihaknya juga ingin mengajak para pelaku UMK yang belum memiliki NIB untuk segera mengurusnya.

Jumlah peserta UMK yang menerima NIB pada acara tersebut sekitar 550 orang dari UMK di kawasan Soloraya. kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana pemberian NIB dari 23 lokasi di seluruh wilayah di Indonesia.

Baca Juga: 550 UMK Soloraya Terima Nomor Induk Berusaha, Bisa Daftar Online!

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi meluncurkan layanan OSS berbasis risiko, pada 9 Agustus 2021 lalu.

Program tersebut disebut sebagai pelaksanaan dari UU Cipta Kerja, yakni untuk mendorong kemudahan berusaha dan penyederhanaan pengurusan perizinan berusaha.

Sementara fokus utama pemerintah saat ini adalah mengutamakan para pelaku UMK perseorangan agar dapat mengurus perizinan berusaha dengan cepat dan mudah, yakni dengan menghadirkan aplikasi OSS yang dapat diakses melalui HP.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pembagian NIB tersebut dalam rangka mendukung legalitas UMKM.

“Ini kolaborasi [antara kementerian] yang sudah terjalin sejak 2021 sebagai implelentasi dari UU Cipta Kerja,” kata dia.

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Kirim Surat ke BKPM Minta Wewenang Awasi Izin Usaha

Setelah diresmikan Presiden Jokowi pada Agustus 2021 hingga 2 Juli 2022, OSS berbasis risiko telah menerbitkan 1.457.238 NIB atau hampir 1,5 juta NIB di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, NIB yang telah diterbitkan didominasi oleh UMK, yakni mencapai 98% NIB.

Di sisi lain, dari 34 provinsi di Indonesia, saat ini Jawa Tengah menempati peringkat ketiga dengan 171.928 NIB yang telah diterbitkan per 2 Juli 2022.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode