54 Orang Meninggal dalam Ledakan Tambang di Siberia, Putin Ikut Berduka

Ledakan besar terjadi di sebuah tambang batu bara di Siberia. Sedikitnya 54 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk anggota regu penyelamat.
SHARE
54 Orang Meninggal dalam Ledakan Tambang di Siberia, Putin Ikut Berduka
SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI//Dok)

Solopos.com, KEMEROVO — Ledakan besar terjadi di sebuah tambang batu bara di Siberia. Sedikitnya 54 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk anggota regu penyelamat.

Dilaporkan terdapat 239 orang yang selamat, namun puluhan lainnya masih terjebak. Tambang batu bara Listvyazhnaya itu berada di dekat kota Kemerovo, daerah Kemerovo. Ledakan terjadi pada Kamis (25/11/2021) waktu setempat.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Menurut laporan AP News seperti dilansir Liputan6, Jumat (26/11/2021), insiden ini merupakan kecelakaan tambang terburuk di Rusia setelah ledakan di tambang Raspadskaya yang juga berada di Kemerovo.

Baca Juga: Selfie hingga Rekam Video Terlarang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Pemerintah Rusia menyebut para korban meninggal berada 250 meter di bawah permukaan. Agensi berita Interfax menyebut para korban meninggal karena keracunan karbon monoksida.

Ada 285 orang di tambang Listvyazhnaya pada Kamis pagi ketika ledakan terjadi. Asapnya langsung memenuhi tambang melalui sistem ventilasi. Regu penolong berhasil menolong 239 penambang, 49 di antaranya terluka.

Ekspedisi Energi 2022

Direktur tambang telah ditahan aparat. Media pemerintah Tass dan RIA-Novosti berkata tak ada lagi peluang menemukan survivor dari insiden ini.

Baca Juga: Mulai 1 Desember WNI Diizinkan Masuk Arab Saudi Tanpa Karantina

Pencarian Tidak Mudah

Proses pencarian korban tidak mudah akibat gas metana dan karbon monoksida dari kebakaran tersebut. Ada enam anggota regu penolong yang meninggal ketika mencari korban di bagian tambang yang jauh.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini. Deputsi Jaksa Agung Rusia, Demiry Demeshin, mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi kemungkinan besar terjadi akibat ledakan metana akibat percikan api. Pejabat daerah menetapkan hari berduka selama tiga hari.

Komite Investigas Rusia telah meluncurkan pemeriksaan terhadap terjadinya kebakaran untuk mengetahui apakah ada pelanggaran regulasi ekamana. Direktur tambang dan dua senior manajer telah ditahan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago