506 Anak Sukoharjo Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19 Terima Bantuan Ini

Saat ini 506 anak yatim piatu tersebut sudah diberikan bantuan jaminan pendidikan dan kesehatan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
SHARE
506 Anak Sukoharjo Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19 Terima Bantuan Ini
SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona atau Covid-19. (freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo mendata terdapat 506 anak yang sudah menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19 pada 2021. Saat ini, ratusan anak tersebut masih diupayakan untuk mendapatkan gelontoran bantuan secara berkala dari berbagai pihak.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinsos Sukoharjo, R Liliek Dwi Purwito, mengatakan sebanyak 506 anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu tersebut merupakan hasil pendataan selama kurun waktu awal pandemi hingga Juli 2021. Ratusan anak tersebut terverifikasi sebagai yatim piatu akibat orang tua mereka meninggal terpapar Covid-19.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Saat ini menurutnya 506 anak tersebut sudah diberikan bantuan jaminan pendidikan dan kesehatan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca juga: Anggaran Khusus untuk 21.000 Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Selain itu, terdapat 192 anak yang mendapatkan bantuan dari Baznas Provinsi Jateng dan Kabupaten Sukoharjo berupa dana bantuan pendidikan. Bantuan lainnya juga diberikan oleh Kemensos kepada 83 anak berupa dana atensi sejumlah Rp200.000 bagi siswa dan Rp300.000 bagi anak yang belum bersekolah.

“Untuk dana atensi dari Kemensos itu untuk periode September 2021 hingga Desember 2021. Untuk KIP dan KIS sudah kami ajukan semua datanya. Bagi yang sudah punya KIS mandiri nanti langsung dialihkan ke pemerintah dan yang belum punya kami carikan untuk mereka,” beber kepada Solopos.com, Senin (24/1/2022).

Belum Ada Laporan Penyelewengan

Terkait pengawasan penggunaan bantuan, Liliek mengaku bekerja sama dengan Pemdes, anggota sanggar inklusi, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan sejumlah elemen lainnya untuk pemantauan di lapangan. Hingga saat ini, menurutnya belum ada laporan penyelewengan penggunaan bantuan yang diberikan kepada anak oleh wali yang mengurus anak tersebut.

Baca juga: Jadi Yatim Piatu Gegara Corona, 31 Anak di Sukoharjo Dibantu Trauma Healing

“Kami terus memantau apakah ada ketidaksesuaian pengelolaan uang bantuan atau tidak. Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke kami terkait hal tersebut,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sukoharjo, Suparmin, mengatakan saat ini Kemensos meminta kembali data terbaru terkait anak yatim piatu akibat Covid-19. Pihaknya dalam waktu dekat akan kembali mendata untuk mengetahui jumlah anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

“Kami usahakan untuk mendata lagi. Kemensos kemarin meminta data lagi soalnya terkait jumlah terupdate anak yatim piatu di Sukoharjo. Sementara ini kami sudah upayakan mengondisikan layanan kebutuhan dasar anak-anak tersebut agar terpenuhi,” kata dia.

Baca juga: 9 Orang di Jateng Terpapar Omicron, Satu dari Sukoharjo



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago