Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

50 Tahun Lalu Ditemukan, Gas Rawa Desa Bantar Baru Dimanfaatkan di 2020

Potensi gas rawa di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, baru dimanfaatkan di 2020 meski sudah ditemukan sejak 50 tahun silam. Saat itu warga masih ketakutan memanfaatkannya.
SHARE
50 Tahun Lalu Ditemukan, Gas Rawa Desa Bantar Baru Dimanfaatkan di 2020
SOLOPOS.COM - Kepala Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara Eko Purwanto. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Potensi energi berupa gas rawa purba alias biogenic shallow gas (BSG) di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara sejatinya sudah diketahui sejak 50 tahun silam. Namun baru sejak 2020 lalu potensi energi itu baru bisa dikelola dan dimanfaatkan.

Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto, menjelaskan warga telah menyadari adanya potensi rawa gas sejak puluhan tahun lalu namun belum berani memanfaatkan karena ketidaktahuan dan takut akan risiko. Pasalnya, dulu ada warga meninggal ketika menggali tanah untuk sumur.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Dulu ada yang pernah menggunakan gas, namun ada orang meninggal dunia tak jauh dari lokasi sumber gas. Sehingga yang sudah digunakan itu ditutup takutnya berbahaya,” kata dia kepada Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group (SMG), Kamis (23/6/2022) siang.

Penemuan potensi gas rawa itu terjadi secara tidak sengaja. Semula ada petani yang menggarap tanah bengkok lalu menaruh kain jarik di ladang. Kain itu terbakar oleh panas gas yang keluar dari tanah kemudian terkena sinar matahari pada 50 tahun lalu.

Baca Juga: Manfaatkan Gas Rawa, Seratusan Warga Desa ini Sudah Jarang Beli Elpiji

“Dulu masyarakat memanfaatkan gas untuk bakar ketela dan bakar jagung. Ketika saya masih SMP digunakan Bu Kepala Desa secara manual. Dibikin lubang sekitar 1 meter diameternya dan bagian atas ditutup plastik. Kemudian gas disalurkan melalui pipa,” ungkapnya.

Nyala api waktu itu masih kuning karena rendahnya tekanan.

Setelah informasi adanya potensi gas rawa itu tersebar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan untuk memanfaatkan BSG kepada 100 rumah tangga pada 2020. Salah satu instalasinya menggunakan kompresor sehingga gas bisa stabil serta menyala api biru.

Desa Mandiri Energi
Kepala Desa Bantar Eko Purwanto (mengenakan pakaian merah) menunjukkan kompresor yang digunakan untuk memompa Biogenic Shallow Gas (BSG) atau gas rawa, kepada Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (23/6/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Desa Bantar dan Desa Pegundungan di Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara merupakan dua desa pertama yang memanfaatkan BSG. Pemanfaatan BSG diharapkan menjadi spirit desa mandiri energi dan menginspirasi wilayah lain untuk memanfaatkan energi serupa di Jateng.

Baca Juga: Tempat Wisata Ini Punya Pembangkit Listrik Sendiri Lo

“Kami tahun ini mengalokasikan Rp60 juta dari dana desa untuk membeli separator dan pembenahan rumah gas rawa supaya lebih banyak warga yang bisa memanfaatkan. Harapan kami ada swadaya masyarakat,” paparnya.

Desa Mandiri Energi

Dia mengatakan ada sejumlah titik di desanya yang memiliki potensi gas rawa. Gas rawa itu diklaim tak akan habis meskipun digunakan puluhan tahun ke depan.

Menurut dia, badan usaha milik desa akan mengelola gas rawa secara profesional untuk mewujudkan desa mandiri energi serta mendapatkan penghasilan asli desa untuk menopang pembangunan desa.

Terpisah, Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, mengatakan potensi gas rawa juga ditemukan di Sragen dan Karnaganyar. Proyek pemanfaatannya sedang berjalan dan ditarget akhir tahun ini sudah bisa digunakan. Nantinya, ada 25 rumah tangga di masing-masing wilayah menjadi yang pertama memanfaatkan BSG.

Baca Juga: Investor Jajaki Bangun PLTS Terapung WKO & WGM, Potensinya Besar Lur

“Di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen sudah mulai pengeboran. Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar hampir finish. Dua-duanya akhir tahun ini jadi,” katanya.

Sebagai informasi, Ekspedisi Energi 2022 digelar SMG selama empat hari mulai Senin (20/6/2022). Ekspedisi ini memotret pemanfaatan energi baru terbarukan dan inovasi energi untuk pemulihan ekonomi nasional.

Ekspedisi Energi 2022 ini didukung PT Adaro Energy Indonesia Tbk, SUN Energy, PT SHA Solo, Pertamina Patra Niaga, PT Geo Dipa Energi, Hyundai, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Pembangkitan Jawa Bali (PJB), SKK Migas Jabanusa, dan Dinas ESDM Jawa Tengah.

Ekspedisi Energi 2022



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode