top ear
Dua pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tengah keluar dari RSUD Soedrian Magun Sumarso untuk kembali ke rumah, Jumat (16/10/2020). (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Dua pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tengah keluar dari RSUD Soedrian Magun Sumarso untuk kembali ke rumah, Jumat (16/10/2020). (Istimewa)

5 Pasien Wonogiri Covid-19 Sembuh, Masih Ada 18 Kasus Aktif

Sebanyak lima pasien Covid-19 di Kabupaten Wonogiri dinyatakan sembuh.
Diterbitkan Jumat, 16/10/2020 - 16:15 WIB
oleh Solopos.com/Aris Munandar
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI – Sebanyak lima pasien Covid-19 di Kabupaten Wonogiri dinyatakan sembuh. Dengan tambahan pasien sembuh itu, kini tersisa 18 pasien yang masih aktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Bupati Wonogiri, Edy Santosa, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020). Edy menjelaskan pasien-pasien yang sembut itu berasal dari Kecamatan Wonogiri (2 orang), Kecamatan Jatiroto (2 orang) dan Kecamatan Girimarto (1 orang).

Potensi Persebaran Virus Covid-19 ada di Restoran, Hindari dengan Cara Ini

“Hari ini kelimanya dipulangkan dari RSUD. Dijemput masing-masing Puskesmas. Ini penambahan baru, data belum muncul di website,” ujar dia.

Edy berpesan para pasien yang sudah sembuh harus tetap menerapkan protokol kesehatan. “Harus memakai masker, rajin mencuci tangan dan juga jaga jarak. Asupan gizi dan nutrisinya harus dijaga,” kata Edy.

Akumulasi

Sementara itu, hingga Kamis (15/10/2020) pukul 21.00 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri sebanyak 295 orang. Rinciannya 13 orang di rumah sakit, lima orang karantina mandiri, 18 orang meninggal dunia dan 259 orang telah sembuh.

Di sisi lain, Pemkab terus menggencarkan tes swab demi melacak persebaran virus corona. Edy mengaku pihaknya telah menentukan sasaran dari tes swab yang direncanakan tersebut.

Selain orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, golongan yang mempunyai resiko terpapar tinggi menjadi sasaran utama tes swab. Golongan beresiko tinggi yakni para ibu hamil dan orang lanjut usia (Lansia).

Musim Layangan Datang, Petani di Madiun Mengeluh Sawahnya Rusak Diinjak Anak-Anak

“Ibu hamil yang sudah memasuki tri semester ketiga atau menjelang kelahiran akan terus kami pantau. Mereka wajib melakukan tes swab. Sementara itu, lansia yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid akan jadi sasaran juga,” jelasnya.

Selain itu, pelaku perjalanan juga akan menjadi target utama. Karena saat ini kasus Covid-19 di Wonogiri didominasi oleh klaster perjalanan. “Kemarin ada permintaan tes swab dari perusahaan otobus dan agen bus. Nanti segera kami tindak lanjuti. Kami harap masyarakat juga pro-aktif,” ungkap Edy.

Draf Raperda Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Dikebut Pemkab Sukoharjo


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini