5 Mitos Herpes Ini Tak Perlu Lagi Dipercaya, Apa Saja?
Solopos.com|lifestyle

5 Mitos Herpes Ini Tak Perlu Lagi Dipercaya, Apa Saja?

Percayakah kamu pada mitos herpes yang selama ini beredar di masyarakat?

Solopos.com, JAKARTA--Ada sejumlah mitos herpes yang selama ini beredar di masyarakat dan masih dipercayai kebenarannya. Simak ulasannya di tips kesehatan ini.

Barangkali salah satu mitos herpes yang beredar di masyarakat ini juga kamu percayai. Herpes zoster (HZ) atau cacar api merupakan penyakit pada jaringan saraf yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV), yakni virus yang juga menyebabkan terjadinya cacar air. Ketika virus VZV masuk ke dalam tubuh, virus tersebut akan menetap di dalam saraf dan bisa aktif pada waktu yang tidak terduga.

Umumnya, salah satu jenis penyakit herpes ini tidak bergejala. Namun, seseorang yang terinfeksi virus ini akan mengalami gatal, kesemutan, hingga rasa terbakar pada kulit. Setelah beberapa hari, akan muncul ruam merah serta bintil yang berisi cairan.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia,  Anthony Handoko, penyakit ini bisa dialami oleh siapapun yang sebelumnya pernah mengalami cacar air ketika masih anak-anak.

Baca Juga:  Masker Bokong Beneran Bisa Mengencangkan? Simak Faktanya

Oleh karena penyakit ini umum dialami, terdapat banyak mitos yang beredar di masyarakat yang masih dipercaya hingga saat ini. Padahal, menurut dokter ternyata mitos-mitos tersebut merupakan hal yang tidak benar.

Berikut ini mitos herpes yang selama ini masih dipercaya masyarakat sebagaimana melansir detikcom, Kamis (8/4/2021):

1. Pasien herpes zoster tidak boleh mandi

Salah satu mitos herpes yang paling sering beredar di masyarakat terkait penyakit cacar adalah larangan tidak boleh mandi. Padahal, menjaga kebersihan kulit yang terinfeksi merupakan hal yang penting guna menghindari terjadinya infeksi sekunder atau tambahan pada kulit.

"Harus kena air, harus mandi. Kalau pada saat mandi jangan mandi air panas. Karena itu kan lagi meradang, lagi merah. Jangan diguyur air panas, makin merah nanti, bisa terjadi iritasi. Kemudian airnya jangan diguyur, tetapi dialirkan," kata dr Anthony dalam webinar Virtual Media Briefing, Kamis (7/4/2021).

2. Herpes zoster hanya terjadi satu kali seumur hidup

Mitos herpes lainnya adalah hanya menyerang sekali. Ya selama ini anggapan masyarakat yang menyebutkan bahwa cacar hanya akan terjadi satu kali seumur hidup merupakan anggapan yang tidak benar. Pasalnya, virus penyebab cacar atau herpes zoster akan tetap bertahan di dalam tubuh. Saat imunitas tubuh sedang lemah, maka virus ini bisa aktif kembali.

"Apakah dia bisa [menginfeksi lagi]? Jawabannya bisa. Walaupun dia (tubuh) mempunyai imunitas, tapi makin lama, makin bertambahnya usia, memorinya [imunitas tubuh] akan sedikit berkurang kan. Jadi kemungkinan terkena lagi bisa," tutur dr Anthony.

3. Wanita lebih rentan terinfeksi herpes zoster

Mitos herpes lainnya adalah wanita lebih rentan terinfeksi. Benarkah? Faktanya, menurut studi, wanita memang memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit cacar api. Namun, dr Anthony menjelaskan bahwa kondisi di lapangan yang selama ini dihadapi, herpes juga banyak dialami oleh pria.

"Menurut hasil penelitian, wanita cenderung terkena herpes, secara populasi penelitian. Tetapi pengalaman saya di lapangan, sebenarnya porsinya sama antara pria dan wanita [yang terkena herpes]. Jadi tidak ada alasan spesifik kenapa wanita lebih banyak terkena herpes zoster," jelasnya.

Baca Juga: Kakak Adik Sering Bertengkar, Orang Tua Sebaiknya Bagaimana?

4. Herpes zoster bisa diobati dengan bedak tabur

Mitos lain seputar cacar adalah penggunaan bedak tabur yang disebut-sebut bisa menyembuhkan luka yang disebabkan oleh VZV ini. Dijelaskan dr Anthony, bedak tabur tidak bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit ini.

Akan tetapi, bedak tabur bisa mengurangi rasa gejala gatal dengan adanya kandungan campora yang bisa memberikan sensasi dingin di kulit. Di sisi lain, penggunaan bedak tabur pada saat bintil yang berisi air tersebut sedang pecah, justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan infeksi lainnya.

Baca Juga: Anak Batuk Pilek? Tenang, Ini Cara Mudah Mengobatinya

5. Daun kelor merupakan obat alami untuk mengatasi herpes zoster

Mitos herpes lainnya adalah daun kelor merupakan obat alami. Benarkah? Menurut  Anthony, pemberian daun kelor atau herbal tidak semata-mata dapat mengobati herpes zoster. Sebab, daun kelor atau binahong bukan merupakan antivirus. Dengan demikian, saat mengalami herpes, pasien disarankan untuk mengunjungi dokter.

"Pada dasarnya pemberian herbal itu untuk memberikan efek dingin, mengeringkan (luka). Tetapi, secara medis daun kelor tidak berfungsi sebagai antivirus, lebih ke memperbaiki kulitnya," pungkasnya.




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago