top ear
  • SOLOPOS.COM

5 Hotel Bersejarah di Pulau Jawa, di Solo Ada?

Berikut ini lima hotel bersejarah yang ada di Pulau Jawa, bisa kamu kunjungi saat akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat.
Diterbitkan Senin, 15/02/2021 - 18:15 WIB
oleh Solopos.com/BC
3 menit baca

Solopos.com, SOLO — Sebagai negara yang sangat lama dijajah oleh kolonial Belanda, tentunya Anda masih dapat merasakan nuansa Belanda yang masih tersisa di Indonesia hingga saat ini. Khususnya di Pulau Jawa, di mana kota-kota besar dan ibu kota berada. Nuansa kolonialisme Belanda paling terasa pada bangunan-bangunannya. 

Kini, sebagian besar dari bangunan-bangunan bersejarah tersebut tidak hanya dilestarikan sebagai museum, tapi juga hotel. Berikut adalah beberapa hotel-hotel bersejarah di Pulau Jawa.

Baca Juga:  5 Kuliner Wajib Saat Berwisata ke Tawangmangu, Nomor Berapa Favoritmu?

The Hermitage, Jakarta 

Hotel Hermitage Jakarta (Instagram/@thehermitagejkt).

Gedung yang dibangun pada tahun 1920-an ini sebelumnya adalah pusat telekomunikasi pada zaman kolonial Belanda. Setelah merdeka dari penjajahan Belanda, gedung ini pun diambil alih dan dijadikan kantor Ditjen Kebudayaan. Gedung ini baru mempunyai nama The Hermitage semenjak tahun 2008 ketika dibeli oleh Grace Leo Associates yang berpusat di Paris.  

Baca Juga: 5 Hal Menarik dari Keraton Solo: Ada Tempat Bertemunya Ratu Laut Selatan dan Raja

Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta 


Hotel Roya lAmbarrukmo, Yogyakarta (Instagram/@royalambarukmo).

Hotel ini merupakan hotel mewah pertama di Indonesia ada di DI Yogyakarta dan didirikan pada tahun 1966. Hotel ini kerap digunakan oleh Presiden Soekarno untuk memukau tamu internasional. Hotel Royal Ambarrukmo pernah menjadi kediaman Sultan Hamengku Buwono VI dan direnovasi oleh Sultan Hamengku Buwono VII. 

Baca Juga: Cara Merawat Pasien Covid-19 di Rumah, Biar Aman dan Tenang!

Di Hotel Royal Ambarrukmo ini Anda juga dapat memesan kamar yang mempunyai view Gunung Merapi hlo. Dengan harga kamar mulai dari Rp1.350.000 per malamnya, Anda bisa menikmati kemewahan hotel dengan nilai-nilai sejarahnya. 

Hotel Majapahit, Surabaya 

Hotel Majapahit Surabaya. (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)
Hotel Majapahit Surabaya. (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Hotel Majapahit didirikan tahun 1910 oleh orang Belanda bernama Regent Alfred John Bidwell. Hotel ini dibuat dengan tujuan untuk menampung warga Belanda ketika sedang berkunjung ke ibu kota. 

Hotel bersejarah di Jawa ini sudah berganti nama tujuh kali dari nama asalnya, yakni Hotel Oranje dan menjadi saksi bisu pertempuran 10 November. Asal mula dari peristiwa ini terjadi di Hotel Majapahit ketika kumpulan warga Surabaya merobek bendera Belanda dan menggantikannya dengan bendera Indonesia. Sebelum menjadi Hotel Majapahit pada tahun 1969, hotel ini sempat dinamai Hotel Merdeka. 

Baca Juga: Pantas Pada Betah! Ternyata Solo Kota Paling Nyaman di Indonesia

Hotel Savoy Homann, Bandung 

Hotel Savoy Homann, Bandung (Instagram/@savoyhomanbdg).

Berbeda dari hotel-hotel bersejarah lainnya, bangunan ini tidaklah dibangun dengan tujuan menjadi sebuah hotel. Homann yang berkewarganegaraan Jerman ini hanyalah membuat rumah kecil yang terbuat dari bambu untuk keluarganya. 

Bangunan ini mulai direnovasi sekitar tahun 1939 dan berubah nama menjadi “The Homann”. Bangunan yang kini memiliki gaya art-deco berkat renovasi arsitek Belanda ini pun menjadi hotel pertama di Bandung. Dan saking terkenalnya, tokoh ternama seperti Charlie Chaplin dan Cho En Lai pernah menginap di Hotel Savoy Homann.

Baca Juga:  Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Emas Batangan, Investasi Tepat untuk Panen Cuan!

Hotel Salak The Heritage, Bogor 

hotel bersejarah di Jawa
Hotel Salak The Heritage, Bogor (Instagram/@hotelsalak).

Hotel bersejarah lainnya yang patut Anda kunjungi adalah Hotel Salak The Heritage yang terletak di Bogor. Awalnya, hotel ini hanyalah sebuah penginapan yang dibangun tahun 1856 selama masa penjajahan Belanda. 

Hotel Salak The Heritage pun sering digunakan pada zamannya untuk menampung tamu-tamu penting pemerintahan Belanda, serta menjadi tempat untuk rapat administrasi. Nama dari hotel ini pun sebenarnya masih sangat baru dan sebelumnya dikenal sebagai Hotel Dibbets. 

Baca Juga: 5 Tempat Paling Angker di Wonogiri, Ada yang Jadi Sarang Genderuwo

Tertarik untuk coba pengalaman menginap di hotel-hotel bersejarah di Pulau Jawa tersebut? Anda bisa booking hotel pilihan dengan mudah lewat aplikasi Traveloka! Tak cuma mudah, ada banyak fitur Traveloka yang bisa bantu Anda pilih akomodasi yang terbaik, salah satunya adalah Online Check-In dan juga Traveloka CleanAccommodation.

Dengan fitur Online Check-In, Anda bisa meminimalisir kontak langsung pada saat check-in karena kamu bisa melakukannya secara online lewat aplikasi Traveloka. Lalu, dengan pilihan hotel-hotel kurasi Traveloka CleanAccommodation, Anda bisa memilih akomodasi yang telah berkomitmen menjalankan protokol kebersihan dan kesehatan sesuai anjuran otoritas setempat. Kedua fitur ini tentu sangat berguna untuk ciptakan pengalaman menginap yang nyaman dan aman serta buat kamu jadi smart and responsible traveler!

Baca Juga:  5 Jenis Olahraga yang Bisa untuk Menurunkan Tekanan Darah

 


Editor : Profile Nugroho Meidinata
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya