Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

5 Desa Ini akan Dilintasi Pipa Transmisi Bendungan Pidekso Wonogiri

Proyek pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Pidekso Wonogiri sudah dalam tahap pengerjaan fisik.
SHARE
5 Desa Ini akan Dilintasi Pipa Transmisi Bendungan Pidekso Wonogiri
SOLOPOS.COM - Petugas berada di tepi Waduk Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Foto diambil Jumat (21/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Proyek pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Pidekso Wonogiri sudah dalam tahap pengerjaan fisik. Proyek ditargetkan selesai Juli 2023.

Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih, mengatakan pengerjaan intake dan pipa transmisi air baku sudah dimulai sejak 16 Mei 2022. Rencananya, pembangunan itu ditargetkan selesai, 23 Juli 2023.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Total panjang pipa yang dibangun sepanjang delapan kilometer. Di tahun 2022, pipa yang dibangun sepanjang empat kilometer. Sedangkan tahun 2023, sepanjang empat kilometer.

“Progres proyek fisik sebagaimana terlapor di e-monitoring PUPR sudah mencapai 23,64 persen. Jumlah intake air baku yang dibangun satu buah, berupa penyambungan pipa di outlet bendungan,” kata Nely saat dihubungi Solopos.com, Rabu (10/8/2022).

Jalur pipa transmisi air baku akan melewati lima desa di dua kecamatan, yaitu Desa Pidekso, Tukulrejo, Bumiharjo, Selomarto di Kecamatan Giriwoyo dan Desa Baturetno di Kecamatan Baturetno. Jalur pipa transmisi akan dibangun di ruang milik jalan (Rumija) di masing-masing desa.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 9 Bendungan Selesai Tahun Ini, Berikut Daftarnya

Penyediaan air baku dari Bendungan Waduk Pidekso direncanakan untuk satu instalasi pengolahan air (IPA) yang terletak di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo. IPA tersebut akan mengalirkan air sebanyak 300 liter/detik. Rencana area yang akan terlayani meliputi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Giriwoyo, Baturetno, dan Eromoko. 

“Untuk pelaksanaan pekerjaan pipa transmisi sudah dilaksanakan, koordinasi di tingkat Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri. Termasuk di dalamnya sudah dilakukan walkthrough bersama. Sejauh ini, tidak ada penolakan dari masyarakat yang terdampak,” jelas dia.

Nely menambahkan, proyek pembangunan intake dan pipa transmisi air baku terdiri atas dua paket dan dua tahap. Paket tahap pertama pada 2022 senilai Rp20 miliar dengan rincian paket pembangunan fisik senilai Rp19 miliar dan paket supervisi pembangunan senilai Rp1 miliar.

Paket tahap kedua pada 2023 senilai Rp22,34 miliar dengan rincian paket pembangunan fisik senilai Rp19,63 miliar dan paket supervisi pembangunan senilai Rp2,74 miliar.

Baca Juga: Berpotensi Jebol, 3 Bendungan di Wonogiri Disorot BBWS Bengawan Solo

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Wonogiri, Heru Utomo, menyampaikan proyek pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Waduk Pidekso menjadi tanggung jawab BBWS Bengawan Solo. Setelah proyek itu selesai, dilanjutkan proyek pembangunan reservoir dan IPA yang menjadi tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah.

“Bendungan Pidekso yang mampu mengaliri 300 liter/detik itu diharapkan tidak hanya melayani tiga kecamatan, Giriwoyo, Baturetno, dan Eromoko. Tapi juga bisa sampai ke Giritontro. Saat ini kami belum bisa menentukan berapa keluarga yang bisa menerima manfaat dari air baku bendungan Pidekso. Kami baru akan menyusun feasibility study guna menentukan kelayakannya, seperti apa dan berapa keluarga yang akan terlayani,” kata Heru saat ditemu Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (9/8/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode