49 Remaja Ngumpul di Sondokoro Karanganyar hingga Dibubarkan Polisi Ternyata Beratribut Perguruan Silat

Sebanyak 49 remaja yang dibubarkan polisi karena berkerumun di kawasan wisata Sondokoro, Karanganyar, ternyata memakai atribut perguruan silat.
49 Remaja Ngumpul di Sondokoro Karanganyar hingga Dibubarkan Polisi Ternyata Beratribut Perguruan Silat

Solopos.com, KARANGANYAR – Tim patroli penanganan Covid-19 Polres Karanganyar mengamankan 49 remaja yang mengenakan identitas salah satu perguruan silat di depan pintu masuk wisata Grand Sondokoro, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (25/7/2021) dini hari. Puluhan pemuda tersebut diamankan oleh polisi karena menimbulkan kerumunan saat masa PPKM Darurat di Karanganyar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, puluhan remaja tersebut diamankan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pengamanan dilakukan ketika tim patroli melaksanakan giat patroli di sekitar kawasan Tasikmadu.

Baca juga: Pekerja di Karanganyar Akan Terima Bantuan Subsidi Upah

Kasubbag Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko, mengatakan kegiatan patroli pada saat itu dipimpin langsung oleh Kapolres Karanganyar, AKBP M. Syafi Maulla. Tim patroli langsung mendatangi kerumunan remaja di dekat wisata Sondokoro, Karanganyar, tersebut namun sejumlah remaja lainnya berhasil melarikan diri.

“Kami melakukan patroli untuk memeriksa situasi PPKM darurat dan pengecekan Kamtibmas khususnya di Karanganyar. Saat berpatroli kami melihat sekelompok orang yang kami curigai akan melakukan pelanggaran hukum. Sehingga kami datangi dan ditindaklanjuti pengamanan,” terang dia kepada Solopos.com, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Bikin Resah, 4 Pelaku Teror Lempar Batu ke Truk Dan Mobil Di Klaten Ditangkap

Selain mengamankan 49 remaja, polisi juga mengamankan sepeda motor sebanyak 24 unit. Puluhan kendaraan tersebut saat ini diamankan di Mapolres Karanganyar.

“Kami amankan juga kendaraan mereka saat giat patroli dilakukan,” imbuh dia.

Setelah itu, puluhan remaja tersebut kemudian dilakukan uji cepat swab antigen. Hasilnya, seluruh hasil yang didapatkan menunjukan non reaktif Covid-19. Setelah memberikan pembinaan, seluruh remaja tersebut dikembalikan kepada keluarga.

Baca juga: Kisah Bagas Pemanah Indonesia di Olimpiade Tokyo: Anak Pak Bon SD Asal Klaten & Mantan Atlet Panahan Andalan Jateng

“Kami kembalikan ke keluarga masing-masing sekitar pukul 09.30 WIB tadi. Kami bina juga agar mematuhi prokes dan tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan efek pidana dan meresahkan masyarakat. Kendaraan juga bisa diambil langsung oleh keluarga dengan menunjukan bukti kepemilikan,” beber dia.

Berdasarkan hasil patroli tersebut, Polisi kembali mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi informasi melalui sosial media yang bertanggung jawab. Dia berharap, masyarakat selalu melakukan pengecekan terlebih dulu sebelum menanggapi informasi yang diterima.


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago