Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

LONGSOR BOGOR : Jumlah Korban Tewas Bertambah

SHARE
LONGSOR BOGOR : Jumlah Korban Tewas Bertambah
SOLOPOS.COM - Foto ilustrasi tanah longsor. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Solopos.com, BOGOR — Jumlah korban tewas dalam longsor yang terjadi di Kampung Bandara, Desa Cibunian, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bertambah satu orang setelah tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Muspida berhasil mengevakuasi satu korban yang tertibun longsor pada Senin (4/11/2013) malam.

“Satu korban yang tertimbun berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Jadi total korban meninggal dalam peristiwa longsor ada dua orang dan luka-luka dua orang,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Makmur Rojak, melalui sambungan telepon, Selasa (5/11/2013).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Makmur mengatakan, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas pada pukul 06.00 WIB Selasa pagi. Korban merupakan salah satu penumpang angkutan umum pedesaan yang terseret material longsor yang terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Sebelumnya, satu korban atas nama Kira usia 40 tahun ditemukan tewas pertama kali dalam peristiwa longsor tersebut. Peristiwa longsor terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Material longsor menutup jalan yang menyeret dua unit angkutan umum pedesaan (angkudes) hingga jatuh ke jurang. “Material longsor menimpa badan jalan yang menyerat lima unit sepeda motor, dan dua angkutan pedesaan,” kata Makmur.

Makmur menyebutkan, jalan tersebut merupakan jalan alternatif dari Pamijahan menuju Leuwiliang. Jalan tersebut selalu digunakan warga yang ingin ke Leuwiliang. Korban longsor merupakan warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, yang baru pulang dari Pamijahan. Saat hujan datang, angkudes tersebut sempat berhenti karena melihat adanya tanda-tanda akan terjadi longsor. Namun malang, longsor menimpa jalan dan menyeret angkutan tersebut.

Dua orang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk dirawat, sedangkan satu korban tewas ditemukan Senin malam. Seorang korban lainnya masih dalam pencarian hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB. Jenazah berhasil dievakuasi.

Menurut Makmur, ada empat titik longsor yang terjadi di lokasi tersebut. Lokasi kejadian merupakan daerah rawan longsor karena memiliki kontur tanah yang sangat labil sehingga sering terjadi longsor saat musim hujan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode