SOLOPOS.COM - Pusing merupakan salah satu efek jangka panjang Covid-19 (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, SEMARANG Sebanyak 411 orang penerima vaksin Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinyatakan positif Covid-19 justru setelah tuntas divaksin. Mereka dinyatakan terpapar Covid-19 setelah menerima vaksin dosis pertama dan kedua.

Terpaparnya 411 orang penerima vaksin itu terhadap virus corona ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, dr. M. Abdul Hakam, Jumat (23/4/2021). Hakam mengatakan dari 411 orang penerima vaksin yang terkonfirmasi Covid-19 itu, 267 orang di antara mereka telah menerima vaksin dosis satu. Sedangkan sisanya, 144 orang telah menerima vaksin hingga dosis kedua.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Baca Juga: Begini Pria Tunjukkan Cinta Menurut Zodiak

Hakam pun meminta kepada masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 untuk larut dalam euforia, sehingga abai terhadap protokol kesehatan. Ia pun kembali mengingatkan jika vaksinasi bukan berarti bebas dari Covid-19.

“Nah, ini mohon dimengerti kepada seluruh masyarakat. Bahwa bukan berarti setelah divaksin jadi kebal virus. Sekali pun punya kekebalan masih bisa terpapar. Vaksin itu hanya melindungi kita dari gejala berat jika virus masuk ke tubuh. Jadi mohon untuk tidak euforia, kemudian prokes ditinggalkan. Haruus tetap wajib 5M. Insyallah proteksinya dobel dan kita terhindar dari Covid-19,” terang Hakam.

Abaikan Protolok Kesehatan

Hakam pun mengakui jika saat ini masyarakat di Kota Semarang mulai abai terhadap prokes pencegahan Covid-19. Data yang diperoleh Dinkes Kota Semarang menyebutkan terjadi penurunan prokes, terutama dalam segi physical distancing atau jaga jarak.

“Kalau melihat kondisi sekarang memang mobilitas masyarakat meningkat. Apalagi di wilayah perkotaan. Sejalan dengan angka kasus per wilayah kecamatan pun peningkatan kasus paling banyak di kecamatan yang padat penduduk dan tinggi mobilitasnya,” jelas Hakam.

Baca Juga: Jokowi-Prabowo Kompak di Nikah Atta-Aurel

Hakam pun tidak menampik jika dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Kota Semarang.

“Memang benar terjadi kenaikan angka kasus baru pada dua pekan terakhir. Grafiknya dari pekan ke-14 naik 50-54 kasus baru. Ini dirata-rata per pekan, kalau harian tetap fluktuatif. Tapi, ini membuat BOR [bed occupancy rate] di rumdin [rumah dinas Wali Kota Semarang yang menjadi pusat karantina] dan rumah sakit juga naik lagi,” ujar Hakam.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya