Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

4 Wisata Peninggalan RA Kartini di Jepara

Jejak perjuangannya hingga kini masih terukir jelas, tidak hanya melalui surat-suratnya yang dia tulis, namun juga terukir dalam bentuk destinasi wisata.
SHARE
4 Wisata Peninggalan RA Kartini di Jepara
SOLOPOS.COM - Pantai Kartini di Jepara, Jawa Tengah. (Wikipedia)

Solopos.com, JEPARA Rekam jejak RA Kartini sebagai inisiator emansipasi wanita di tengah budaya patriaki yang kuat patut diapresiasi. Meski telah ratusan tahun berlalu, jejak perjuangan RA Kartini tidak lantas hilang begitu saja termakan oleh waktu. Ada beberapa destinasi wisata di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang menyimpan perjalanan RA Kartini di masa lampau.

Sebagai tempat kelahiran sang pahlawan emansipasi, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah memiliki banyak destinasi wisata yang mengingatkan kita akan perjuangan RA. Kartini. Berikut ini 4 destinasi wisata yang merupakan peninggalan sang emansipator di Kabupaten Jepara:

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Pantai Kartini

Pantai Kartini Jepara
Pantai Kartini Jepara (Instagrram/@rm.viecka75)

Terletak di Kelurahan Bulu, Pantai Kartini dikenal sebagai pantai “pemandian.” Seperti yang telah diberitakan Solopos.com, pantai ini sering dijadikan tempat pemandian warga dikarenakan airnya berkhasiat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Konon, dulu, RA. Kartini juga sering mandi di objek wisata tersebut sehingga tidak heran jika pantai tersebut dinamakan Pantai Kartini.

Baca juga: Selain Menulis Surat, RA Kartini Ternyata Suka Dolanan

Meskipun berada di pantai, air tempat pemandian ini berasal dari laut yang sangat jernih. Biasanya, warga yang mandi di sana mengambil waktu pagi hari atau sore menjelang matahari terbenam. Objek wisata ini berjarak 2,5 km arah barat Pendopo Kabupaten.

Selain mandi, RA. Kartini konon juga sering bermain di pantai tersebut bersama saudara-saudaranya. Pasir yang ada di pantai berupa pasir putih dengan deburan ombak yang tenang sehingga aman dijadikan tempat untuk bermain. Selain itu, ada beragam wahana yang disediakan di pantai ini, seperti Kura-Kura Ocean Park, panggung hiburan, kolam kecek, tugu Kartini, pulau panjang, tulisan “Pantai Kartini” yang besar untuk berswafoto dan masih banyak lagi.

Pendopo Kartini

Kondisi Kamar Pingit RA. Kartini (Facebook/Bowo Coydancer)

Berdasarkan penulusuran Solopos.com,  Pendopo Kartini berdiri pada 1730, tepatnya saat Indonesia masih dalam kekuasaan Hindia Belanda. Gedung ini dulu adalah rumah Adipati Sosrodiningrat, ayah dari RA. Kartini.

Baca juga: Nasi Bogana, Makanan Khas Tegal Favorit RA Kartini

Di rumah inilah juga, RA. Kartini menjalani tradisi pingit, tradisi yang membaatasi ruang gerak wanita hingga ada yang meminangnya sebagai istri. Di bangunan ini juga terdapat kamar RA. Kartini saat menjalani tradisi pingit. Namun di kamar itulah, dia banyak menulis surat yang dia tujukan untuk sahabat penanya di negeri Belanda.

Monumen Ari-Ari Kartini

Ari Ari Kartini (Instagram/@lala_nly)

Objek wisata berupa monumen bunga teratai ini ini terletak di Desa Pelekerep, Kecamatan Mayong, Jepara. Monumen ini tepatnya berada di samping kantor kecamatan yang berdiri di atas lahan tanah yang tidak terlalu luas. Konon di tempat itulah, ari-ari atau plasenta RA. Kartini saat dilahirkan dikubur.

Dilansir dari Jepara.go.id, Bunga teratai ini memiliki empat buah lampu bulan yang menandakan bulan April, kemudian kuncup kedua dari atas berjumlah 21 dan kuncup paling bahwa berjumlah 18. Ukiran bawah berjumlah tujuh, menujukan angka tujuh. Sedangkan kuncup paling atas menunjukan angka sembilan. Jika dirangkai keseluruhanm menjadi tanggal kelahiran RA. Kartini, yaitu 21 April 1879.

Museum Kartini Jepara

Museum RA Kartini Jepara (Instagram/@memorijalanjalan)

Dilansir dari halaman resmi museumkarini.id, Museum Kartini Jepara didirikan pada 30 Maret 1975 oleh bantuan dari Alm Mantan presiden Soeharto. Museum ini dibangun pada masa pemerintahan Bupati Soemarno Djojomardowo, sementara peresmiannya dilakukan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto.  Pada saat diresmikan, museum ini terdiri dari tiga gedung utama yang jika dilihat dari atas, fedung tersebut membentuk huruf “K”, “T” dan “N” yang merupakan singkatan dari Kartini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode