4 Warga Ngringo Karanganyar Kena Demam Berdarah, 3 Masih Anak-Anak
Solopos.com|soloraya

4 Warga Ngringo Karanganyar Kena Demam Berdarah, 3 Masih Anak-Anak

Empat warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, didiagnosis kena demam berdarah dengue, tiga di antaranya masih anak-anak usia di bawah 10 tahun.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Empat warga Dusun Banaran, RT 004/RW 007, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, didiagnosis menderita demam berdarah dengue (DBD) dalam beberapa waktu terakhir.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Bayan Banaran, Guntoro, empat orang itu yaknni ED, 6, FA, 8, ET, 10, dan MM, 21. Menurut Guntoro, empat orang itu sempat mendapatkan perawatan di dua rumah sakit Kota Solo dan sekitarnya.

Baca Juga: Lockdown SMAN Kebakkramat Karanganyar Dibuka, Tapi Siswa Belum Boleh ke Sekolah

Saat ini, empat orang itu sudah pulang ke rumah masing-masing. "Empat orang masuk rumah sakit. Ada yang usia anak-anak dan sudah dewasa. Dari hasil diagnosis rumah sakit, mereka menderita DBD," tutur Guntoro saat dihubungi Solopos.com, Minggu (18/4/2021).

Guntoro menyampaikan empat warga Ngringo, Karanganyar, yang menderita demam berdarah itu kini sudah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Klaster Covid-19 SMAN 1 Kebakkramat: 17 Orang Positif

Melihat kondisi itu, warga di lingkungan sekitar bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas Jaten II, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar melakukan pengasapan pada Minggu.

Tidak Boleh Meremehkan

"DBD ini juga berbahaya. Sama berbahayanya dengan Covid-19. Kita tidak boleh meremehkan dan menggampangkan. Mari selalu waspada, jangan sampai terlena dan jatuh korban berikutnya," katanya.

Baca Juga: Uji Coba PTM 5 Sekolah Karanganyar Disetop Mulai Senin Depan, Kenapa?

Selain pengasapan oleh petugas, warga Ngring, Jaten, Karanganyar, di sekitar lingkungan warga yang kena demam berdarah juga melaksanakan kerja bakti serentak pada Minggu pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Angka Stunting Karanganyar Ditarget Turun Jadi di Bawah 1%, Ini Upaya yang Dilakukan

Sasaran kerja bakti adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti selokan dan parit di dekat permukiman. "Ini merupakan upaya preventif agar tidak terjadi kasus lain. Agar nantinya tidak menular ke warga lain," jelasnya.

Baca Juga: Duh, 2 Balita di Gondangrejo Karanganyar Terpapar Covid-19

Pada sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar pernah menyampaikan kasus DBD rata-rata terjadi di wilayah dekat perkotaan. Misalnya, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, Kebakkramat, dan Colomadu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago