[x] close
top ear
4 Scanner KPU Kabupaten Madiun Rusak Bikin Input Data Lamban
  • SOLOPOS.COM
    Petugas Situng KPU Kabupaten Madiun melakukan input data ke KPU Pusat, Selasa (23/4/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

4 Scanner KPU Kabupaten Madiun Rusak Bikin Input Data Lamban

Proses pengiriman scan C dan C1 dari KPU Kabupaten Madiun ke KPU Pusat mengalami keterlambatan karena alat scanner rusak.
Diterbitkan Selasa, 23/04/2019 - 21:05 WIB
oleh Solopos.com/Abdul Jalil,
2 mnt baca -

Madiunpos.com, MADIUN -- Proses pengiriman scan C dan C1 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun ke KPU Pusat mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan empat alat scanner yang digunakan untuk memindai form C dan C1 rusak.

Pantauan Madiunpos.com di ruang Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) KPU Kabupaten Madiun, Selasa (23/4/2019) sore, sejumlah petugas Situng terlihat sibuk meng-input data dan memindai formulir C dan C1.

Kordinator Situng KPU Kabupaten Madiun, Retno Melia, mengatakan ada empat alat scanner rusak sejak 20 April lalu. Padahal scanner tersebut baru dibeli dan baru digunakan pada tanggal 18 April lalu.

Dia menuturkan rencananya scanner yang rusak itu akan di-replace dari Surabaya karena masih garansi. Kegiatan scanning atau pemindaian formulir C dan C1 di KPU Kabupaten Madiun didukung dengan sembilan alat scanner.

"Tiga scanner yang digunakan saat ini merupakan scanner lama. Sedangkan enam scanner lainnya baru dibeli. Namun, empat scanner yang baru dibeli itu justru rusak. Mungkin yang rusak itu produk gagal. Yang lama justru tidak rusak," terang dia.

Retno Melia menuturkan dampak yang ditimbulkan dari kerusakan empat alat scanner itu adalah membuat petugas entry data semakin lambat. Sebab, petugas membutuhkan alat scanner untuk memindai form C dan C1.

Menurut dia, kerusakan scanner disebabkan banyaknya form C dan C1 yang harus dipindai. Di setiap TPS ada 28 lembar form C dan C1 Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Sedangkan jumlah TPS di Madiun ada 2.565 TPS.

Lebih lanjut, Retno menuturkan data yang sudah berhasil di-input petugas mencapai 89%. Sedangkan form C dan C1 yang berhasil dipindai yakni baru 40%.

Kendala lain yang dihadapi yaitu saat server pusat down, proses input data bisa dipastikan lumpuh total. Dia menyebut proses input data sempat berhenti berjam-jam saat server Situng down

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini