[x] close
top ear
Ilustrasi dokter. (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi dokter. (Freepik)

4 Nakes Positif Corona, Puskesmas Jayengan Solo Tutup Sepekan

Puskesmas Jayengan di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, ditutup selama satu pekan karena ada empat nakes yang positif Covid-19.
Diterbitkan Kamis, 16/07/2020 - 21:12 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Puskesmas Jayengan di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, ditutup sementara mulai Kamis (16/7/2020) hingga Kamis (23/7/2020) karena empat tenaga kesehatan atau nakesnya positif Covid-19.

Selama operasional Puskesmas Jayengan ditutup, pelayanan dipindahkan ke Puskesmas Kratonan. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo masih melacak sumber penularan nakes puskesmas tersebut.

DKK memperkirakan nakes itu tidak tertular dari pasien karena di wilayah kerja puskesmas itu tidak ada pasien positif Covid-19. Namun, sebelumnya ada satu nakes yang sempat cuti.

Solo Tambah Lagi 23 Kasus Positif Covid-19, Nakes Masih Mendominasi

Saat kembali bekerja, nakes Puskesmas Jayengan, Solo, itu menjalani tes swab dan hasilnya positif Covid-19. Rekan kerja di puskesmas itu kemudian ikut uji swab.

"Lha malah ketahuan positif semua. Total ada empat orang nakes, namun satunya berdomisili luar kota. Akhirnya semua nakes puskesmas itu kami uji swab, totalnya 30-an orang,” beber Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih kepada wartawan, Kamis.

Selain tiga nakes dari Puskesmas Jayengan yang berdomisili di Kota Bengawan, ada tambahan 20 kasus baru positif Covid-19 lainnya. Jumlah itu didominasi nakes RSUD dr Moewardi Solo.

Rekor! Positif Covid-19 Boyolali Catat Penambahan 32 Kasus Baru

“Mereka masih terkait dengan kasus sebelumnya. Sebagian dari kalangan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis [PPDS], meski ada juga dari kalangan dokter senior,” kata dia, kepada wartawan, Kamis.

Pengembangan Kasus

Jumlah total nakes yang termasuk kluster nakes RSUD dr Moewardi di Kota Solo mencapai 53 orang. Tambahan tiga kasus positif lain berasal dari pengembangan kasus luar daerah. DKK melakukan tracing lantaran pasien tersebut diketahui pernah berkunjung ke Solo.

Dari sejumlah spesimen yang diambil, tiga di antaranya terkonfirmasi positif. Tambahan berikutnya, masing-masing satu orang dari klaster Kupat Tahu Purwosari dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang naik status jadi positif.

Teguh Prakosa Soal Berpasangan Dengan Gibran di Pilkada Solo: Saya Pernah Muda, Jadi Luwes Saja

Di sisi lain, laboratorium RS UNS Solo untuk sementara tidak melayani tambahan spesimen baru untuk tes PCR pada Kamis dan Jumat (16/7/2020). Mereka fokus menuntaskan spesimen yang masuk pada hari-hari sebelumnya.

Juru bicara Satgas Covid-19 RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan masih ada 700-an spesimen yang belum tergarap hingga Kamis petang. Saat ini baru mengerjakan 300-an sampel.

“Jadi total 1.000-an sampel yang saat ini menumpuk. Banyak dinas yang mengirim ke kami, sedang diproses, dan kami kerjakan. Agar tidak menumpuk sekali, sementara dua hari kami off menerima. Kami merampungkan yang sudah masuk. Semoga Sabtu [18/7/2020] sudah kembali normal,” kata dia, Kamis petang.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini