4.937 Bhabinkamtibmas di Jateng Jadi Tracer Covid-19
Solopos.com|jateng

4.937 Bhabinkamtibmas di Jateng Jadi Tracer Covid-19

Polda Jateng menyiapkan 4.937 personel yang selama ini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas sebagai tracer atau pelacak Covid-19.

Solopos.com, SEMARANG — Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan 4.937 personel yang selama ini bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas sebagai tracer atau pelacak Covid-19 di wilayah kerja Polda Jateng.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, mengatakan tracer Covid-19 dari kalangan Bhabinkamtibmas itu disiapkan sebagai salah satu upaya dalam menyukseskan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM skala mikro. “Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan adalah lini terdepan dalam pencegahan penularan Covid-19, terkait PPKM,” ujar Kapolda Jateng di Kota Semarang, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Peluang Bisnis Camilan

Kapolda pun meminta kepada para Bhabinkamtibas untuk lebih memahami wilayahnya masing-masing. Terutama, terkait jumlah masyarakat di wilayahnya yang terkonfirmasi Covid-19.

Dalam pelaksanaan tracing nantinya, Bhabinkamtibas harus bekerja sama dengan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI. “Polda Jateng saat ini mempunyai sekitar 4.937 Bhabinkamtibmas, sehingga tidak ada alasan adanya wilayah yang belum tersentuh,” ujarnya.

Divaksin Dulu

Kapolda juga memastikan jika nantinya para Bhabinkamtibmas di Jateng akan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Meski demikian, Bhabinkamtibmas juga harus taat protokol kesehatan. “Saya harapkan tidak ada anggota Polda Jateng yang terpapar Covid-19 karena melaksanakan tugas,” imbuhnya.

PPKM skala mikro di Jateng diterapkan mulai 9-22 Februari 2021. Dalam PPKM skala mikro, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan lebih memfokuskan penanganan Covid-19 di bidang tracing kontak erat pasien Covid-19.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Beku

Setiap petugas tracing, nantinya ditarget menemukan minimal 15 kontak erat dari pasien Covid-19.

Selain itu, setiap desa, RW, hingga RT diminta untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat. “Setiap desa sekarang kita minta untuk menyiapkan karantina terpusat. Nanti juga dari sisi pembiayaan dana desa bisa digunakan. Nanti aka nada instruksinya dari kementerian,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Minggu (7/2/2021).

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago