30.000-An Vial Vaksin Covid-19 Diterima DKK Solo, Tak Satu Pun Dari Astrazeneca 
Solopos.com|soloraya

30.000-An Vial Vaksin Covid-19 Diterima DKK Solo, Tak Satu Pun Dari Astrazeneca 

DKK Solo sejauh ini sudah menerima lebih dari 30.000 vial vaksin Covid-19, namun belum ada satu pun dari merek Astrazeneca.

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota atau DKK Solo hingga Selasa (13/4/2021) telah meneria 30.950 vial vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Dari jumlah itu semuanya dari Sinovac.

DKK Solo belum menerima vaksin Covid-19 merek lain seperti Astrazeneca yang sebelumnya telah diterima oleh Pemkab Boyolali. Informasi yang diperoleh Solopos.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mendistribusikan 1,1 juta vaksin Astrazeneca itu ke sejumlah daerah sejak 9 April.

Astrazeneca adalah vaksin vektor adenoviral (rekombinan) yaitu mengandung virus flu biasa yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat bereplikasi/berkembang di dalam tubuh manusia. Tetapi dapat menimbulkan respons kekebalan terhadap Covid-19.

Baca Juga: Pakar UNS Solo: Vaksinasi Saat Puasa, Kondisi Harus Fit dan Jangan Lupa Sahur

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan sudah menerima 309.500 dosis atau 30.950 vial vaksin Covid-19, semuanya Sinovac, tidak ada Astrazeneca.

“Kami belum menerima merek Astrazeneca. Semuanya Sinovac. Saat ini, vaksinasi tahap kedua dengan prioritas warga lanjut usia [lansia] dan petugas pelayanan publik masih terus berjalan. Warga lansia terus digenjot dengan pendataan dari kelurahan,” katanya kepada Solopos.com, Selasa.

Vaksin Astrazeneca diberikan kepada sasaran dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan 0,5 ml setiap dosisnya secara intramuscular. Interval penyuntikan dosis pertama dan kedua lebih lama dari Sinovac yakni 8-12 pekan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Landai, Antrean Plasma Konvalesen Bertambah

Efikasi Vaksin

Berdasarkan rekomendasi WHO tanggal 16 Maret 2021, efikasi vaksin Astrazeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 pekan (76%). “Kami belum menerima merek itu,” kata Ning.

Selama Ramadan, DKK Solo tak mengurangi jumlah penerima vaksin maupun petugas vaksinator. Di 39 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terjadwal ratusan sasaran dengan target 4.500 orang per hari.

Tiap fasyankes melayani 100-250 orang. Pendaftaran vaksinasi bagi lansia dilakukan oleh kelurahan. Ia mendorong kelurahan segera melengkapi data, guna percepatan capaian program vaksinasi.

Baca Juga: Setelah Menteri PUPR, Giliran Komisi V DPR Kunjungi Calon Malioboro Solo

Setiap kelurahan diminta mendata warganya yang lansia agar segera menerima vaksin. “Kami minta kelurahan segera melengkapi pendataan agar jadwalnya juga segera diatur. Pendaftaran lewat kelurahan, tidak ada kuota lansia yang terdaftar asal penduduk Solo akan kami vaksin. Berapa lama menunggu agar bisa divaksin? Yang jelas data masuk dulu, nanti kami atur faskesnya langsung vaksin,” ucapnya.

Undangan kepada penerima vaksin disampaikan lewat kelurahan. “Intinya karena tanggung jawab semuanya, untuk mempercepat vaksin lansia agar datanya terarah.”

Warga lansia yang berhak menerima vaksin di Kota Bengawan adalah yang berusia di atas 60 tahun dan ber-KTP Solo. Penjadwalan mempertimbangkan jumlah warga lansia yang sudah diusulkan oleh kelurahan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago