SOLOPOS.COM - Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto. (Istimewa/Pemkab Madiun)

Solopos.com, MADIUN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun di tangan Bupati dan Wakil Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto ingin membangun dari pinggiran. Hal itu terlihat saat Pemkab menyediakan alokasi dana desa (ADD) senilai 20%.

“Dengan ADD 20%, kita berharap permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa bisa selesai di desa,” kata Ahmad Dawami, Jumat (24/9/2021).

Promosi Mitsubishi XForce: Stylish untuk Wanita, Praktis buat Ibu Muda

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu menuturkan di Madiun terdapat 206 desa dan kelurahan. Dia menegaskan pembangunan yang dilakukan berbasis pemerataan.

Baca Juga: 3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Sejahterakan Petani Kabupaten Madiun Melalui Porang

“Dengan banyaknya desa itu, pilihannya adalah yang satu menjadi penonton atau semua sama-sama merasakan. Baik bersama. Jadi jangan sampai baik sendiri-sendiri. Jadi bicara pembangunan di Kabupaten Madiun, tidak bisa dilihat dari satu titik, karena kita bicaranya satu kabupaten,” kata Kaji Mbing.

Melalui kucuran anggaran yang cukup banyak itu, Kaji Mbing berharap pemerintah desa bisa mengelola anggaran itu degan baik. Sehingga visi kemandirian yang diusungnya bisa terealisasi.

Diharapkan pemberdayaan jalan dan inovasi tumbuh dari berbagai desa, bisa melalui UMKM maupun wisata. Kaji Mbing menuturkan setiap desa memiliki permasalahannya masing-masing. Sehingga pendekatan penyelesaiannya pun berbeda-beda.

Baca Juga: 3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Respons Cepat Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun

“Kami arahkan supaya desa itu bisa menggali potensinya masing-masing. Itu tidak mudah. Saya pikir setiap desa harus memiliki tim untuk mewujudkan itu. Sehingga masalah yang dihadapi bisa selesai dan inovasi akan jalan,” ujarnya.

Pemkab pun mengawal penggunaan ADD itu supaya benar-benar digunakan sesuai peruntukan.

Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan selama ini sekitar 75 kilometer jalan di Kabupaten Madiun sudah diperbaiki. Sedangkan untuk jalan-jalan di desa dibangun dengan anggaran yang telah dialokasikan ke desa.

Baca Juga: Persis Solo Launching 3 Jersey, Ini Penampakannya

“Pembangunan jalan kita memang agak tersendat karena anggarannya terkena refocusing untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, pembangunan jalan tetap kami lakukan,” katanya. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya