[x] close
top ear
Penumpang di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek menuju Jakarta di Stasiun Bekasi, Rabu (15/4/2020). (Antara-Fakhri Hermansyah)
  • SOLOPOS.COM
    Penumpang di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek menuju Jakarta di Stasiun Bekasi, Rabu (15/4/2020). (Antara-Fakhri Hermansyah)

3 Penumpang KRL Bekasi-Jakarta Positif Covid-19, Ridwan Kamil Peringatkan Kemenhub

Tiga orang penumpang Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek rute Bekasi-Jakarta Kota dinyatakan positif Covid-19.
Diterbitkan Rabu, 6/05/2020 - 22:55 WIB
oleh Solopos.com/Adib Muttaqin Asfar/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, BEKASI -- Tiga orang penumpang Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek rute Bekasi-Jakarta Kota dinyatakan positif Covid-19. Ini menyusul 3 penumpang lainnya yang juga diketahui positif dari tes PCR di Stasiun Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pun mengisolasi 3 warganya tersebut seusai dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Bahkan salah satu penumpang tersebut dijemput di tempat kerjanya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

3 Penumpang Positif Covid-19, KRL Jabodetabek Kapan Ditutup?

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, 3 penumpang KRL Bekasi-Jakarta itu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Tes berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) itu digelar di Stasiun Bekasi pada Selasa (5/5/2020) secara acak terhadap 300 calon penumpang.

Ketiga warga Bekasi itu berjenis kelamin perempuan. "Ketiganya sudah dijemput dan diisolasi di rumah sakit rujukan Kota Bekasi untuk menjalani perawatan," ujarnya, Rabu (6/5/2020), dilansir oleh Inews.id.

Cuap-Cuap Kemenhub Soal Penumpang Positif Covid-19: Penularan Tak Cuma di KRL

Ketiga penumpang KRL Bekasi-Jakarta yang positif Covid-19 itu adalah LS, 53, warga Tytyan Kencana; SAY, 39, di Prima Harapan Regency; serta LA, 30, warga Perumnas 3. Ketiganya mengikuti tes menggunakan alat swab PCR ini diyakini tingkat akurasinya hampir mencapai 99 persen. Ini berbeda dari rapid test yang hanya 60 persen.

Menurut Rahmat, temuan ini bisa menunjukkan rentannya penularan Covid-19 di KRL Commuter Line Jabodetabek. Ini mengingat ketiga orang yang positif dalam keadaan sehat tanpa gejala alias Orang Tanpa Gejala (OTG). "Ini berarti kita masih belum selesai, belum bebas dan harus terus kita lakukan lagi tes," ucapnya.

Kasus Covid-19 di KRL Jabodetabek, Pemerintah Pusat Harus Tanggung Jawab

Terancam Gagal

Kemungkinan Kota Bekasi dalam waktu dekat akan kembali melakukan tes swab PCR di Stasiun KRL arah Jakarta maupun lokasi perbatasan lain. Saat ini, Kota Bekasi memiliki PCR di RSUD Kota Bekasi sebanyak 5.000, Dinas Kesehatan 10.000.

Merespons temuan 3 penumpang KRL Bekasi-Jakarta yang positif Covid-19, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan kekecewaannya. Apalagi sebelumnya ada temuan 3 penumpang yang positif dalam tes PCR acak di Stasiun Bogor pada 27 April 2020 lalu.

Besok! Semua Transportasi Umum Beroperasi Lagi Saat Wabah Covid-19

Ridwan Kamil pun kembali mengingatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar segera bertindak merespons masalah ini. Meski alih-alih bertindak, Kemenhub justru mengizinkan seluruh moda transportasi umum kembali beroperasi mulai 7 Mei.

"Kembali, 3 dari 300 sampel Penumpang KRL Bekasi-JKT terpapar covid. Dengan protokol kesehatan ketat pun, para OTG diam2 membawa virus ini di gerbong KRL . Sudah kami laporkan ke kemenhub utk merespon lebih terukur situasi ini. PSBB Bodebek bisa gagal," kicaunya di akun Twitter @ridwankamil menanggapi sebuah link berita media nasional.


Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini