Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

3 Penganiaya Nasabah Bank Plecit Wonogiri Divonis 5 Bulan Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis lima bulan penjara kepada tiga terdakwa kasus penganiayaan kepada nasabah bank plecit di Kabupaten Wonogiri, Kamis (30/6/2022).
SHARE
3 Penganiaya Nasabah Bank Plecit Wonogiri Divonis 5 Bulan Penjara
SOLOPOS.COM - Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, WONOGIRI — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis lima bulan penjara kepada tiga terdakwa kasus penganiayaan kepada nasabah bank plecit di Kabupaten Wonogiri, Kamis (30/6/2022). Masing-masing terdakwa tersebut, yakni RH, NS, dan SAS

Majelis hakim menilai Ketiga terdakwa itu terbukti melanggar Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Orang Secara Bersama-sama. Hal itu didasari fakta-fakta di persidangan dan bukti visum et repertum korban, RA.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Pada hasil visum, majelis hakim menyatakan luka bengkak pada kaki terbukti ada. Sementara, keterangan kepala pusing nggliyer dan badan terasa sakit, tidak terbukti.

Majelis hakim menilai jerat hukuman yang diberikan ke tiga terdakwa sudah memenuhi. Sidang putusan hakim atas kasus tersebut dilaksanakan melalui video conference (vidcon).

Masing-masing terdakwa menjalani sidang dari balik penjara, tepatnya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Wonogiri. Seusai mendengar putusan hakim, para terdakwa saat ini menjalani sisa waktu di penjara hingga genap lima bulan.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Christomi Bonar, mengatakan, vonis itu sebenarnya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, tuntutan JPU mencapai tujuh bulan.

“Hakim memutuskan lima bulan. Artinya vonis tersebut lebih ringan dua bulan,” ucapnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis sore.

Berdasar fakta di persidangan hingga di sidang putusan, majelis hakim sependapat dengan JPU. Dengan demikian, kekerasan di muka umum yang dianggap dilakukan bersama-sama sudah terbukti kebenarannya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode