3 Jam Penyekatan Di Prambanan Klaten, 97 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Sebanyak 97 kendaraan dipaksa putar balik karena tak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat dalam penyekatan di Prambanan, Klaten.
3 Jam Penyekatan Di Prambanan Klaten, 97 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 97 kendaraan dipaksa putar balik oleh tim gabungan hanya dalam tiga jam penyekatan di perbatasan Jateng-DIY wilayah Prambanan, Klaten, Jumat (9/7/2021).

Penyekatan itu sebagai upaya mengurangi mobilitas warga sekaligus menekan laju persebaran Covid-19 di Kabupaten Bersinar. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, penyekatan itu dimulai pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.

Penyekatan kali ini menyasar pengendara yang tak masuk dalam sektor esensial dan kritikal dari arah Jogja yang masuk ke Klaten. Tim gabungan dalam penyekatan di Prambanan, Klaten, itu memeriksa pengendara apakah mengantongi surat-surat penting berkendara.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19 Klaten: 446 Sembuh, 441 Terkonfirmasi Positif, 40 Meninggal

Surat-surat itu termasuk surat keterangan sudah menjalani vaksinasi Covid-19, surat keterangan hasil tes swab dengan hasil negatif Covid-19, dan surat keterangan bekerja.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 salah satunya disebabkan masih tingginya mobilitas warga. Karenanya perlu penyekatan kendaraan yang memasuki Katen via Pos Prambanan.

Baca Juga: Tekan Persebaran Covid-19, Satpol PP Klaten Siap Patroli dan Tes Antigen Warga Berkerumun

Edukasi Prokes

“Total, ada 97 kendaraan yang kami minta putar balik. Jumlah itu terdiri dari 49 mobil pribadi, 21 mobil barang, dan 27 sepeda motor. Total kendaraan yang diperiksa tim gabungan mencapai 286 unit,” kata Kapolres kepada Solopos.com, Jumat (9/7/2021).

Kapolres mengatakan tim gabungan pada penyekatan di Prambanan, Klaten, juga mengedukasi masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Nekat Tasyakuran Di Restoran Setelah Ijab Kabul, Rombongan Asal Trucuk Klaten Dibubarkan

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pengurangan mobilitas di Klaten menjadi yang terbaik kedua di Jateng setelah Kota Semarang. Hal itu akan terus ditingkatkan dengan rutin menggelar patroli penegakan protokol kesehatan.

“Awal pekan kemarin, pengurangan mobilitas di Klaten terbaik nomor dua. Itu hasil dari berbagai penyekatan di wilayah Klaten. Kami juga memantau operasional galian C di lereng Gunung Merapi yang sudah taat [beroperasi mulai.07.30 WIB-16.00 WIB],” katanya.

Baca Juga: Ditegur Bupati, Pedagang Angkringan di Klaten Malah Minta Selfie


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago