top ear
Tutup Iklan
3 Eks Legislator Jadi Saksi di Persidangan Kasus Korupsi Kasda Sragen
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi korupsi (Solopos/Wishnu)

3 Eks Legislator Jadi Saksi di Persidangan Kasus Korupsi Kasda Sragen

Sidang kasus korupsi kas daerah (kasda) Sragen 2003-2010 dengan terdakwa mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman berlanjut di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Rabu (11/9/2019).
Diterbitkan Kamis, 12/09/2019 - 18:35 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, SRAGEN -- Sidang kasus korupsi kas daerah (kasda) https://soloraya.solopos.com/read/20190815/491/1012410/korupsi-kasda-sragen-dua-eks-bupati-bakal-bertemu-di-pengadilan" title="Korupsi Kasda Sragen: Dua Eks Bupati Bakal Bertemu di Pengadilan">Sragen 2003-2010 dengan terdakwa mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman berlanjut di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Rabu (11/9/2019).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut, jaksa menghadirkan empat orang saksi yakni Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto dan tiga mantan legislator yang diduga menerima aliran dana kasbon yang dicairkan Agus Fatchur Rahman dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Djoko Tingkir Sragen.

Kepada Dwiyanto, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan terkait dokumen laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut adanya kerugian negara senilai Rp604 juta.

jeda.id

JPU juga menanyakan dokumen pengembalian dana kasbon dari Agus Fatchur Rahman senilai total Rp366,5 juta. Akan tetapi, dana Rp366,5 juta tersebut tidak bisa masuk dalam neraca keuangan https://soloraya.solopos.com/read/20190808/491/1010917/dakwaan-terhadap-eks-bupati-sragen-agus-fatchur-rahman-dinilai-kabur-ini-kata-jaksa" title="Dakwaan Terhadap Eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman Dinilai Kabur, Ini Kata Jaksa">kasda karena dasar pengembalian dana tersebut dianggap tidak jelas.

“Seharusnya kerugian negara senilai Rp604 juta itu berkurang setelah ada pengembalian, tetapi nyatanya tetap tidak berubah. Kami ingin tahu alasannya. Lalu, kami juga tanya bagaimana upaya untuk menutup kerugian negara itu. Dijawab selama ini dilakukan melalui kirim-kiriman surat,” ucap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (12/9/2019).

Sementara itu, tiga mantan legislator yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut membantah telah menerima aliran dana kasbon yang dicairkan Agus Fatchur Rahman dari BPR Djoko Tingkir. Tiga mantan legislator tersebut adalah SI, MU, dan DW.

“Mereka tidak tahu soal adanya penempatan dana https://soloraya.solopos.com/read/20190726/491/1008138/materi-dakwaan-eks-bupati-sragen-agus-fatchur-rahman-ungkap-6-kali-pencairan-dana" title="Materi Dakwaan Eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman Ungkap 6 Kali Pencairan Dana">kasda sebagai agunan di BPR Djoko Tingkir. Mereka juga mengaku tidak menerima dana dari Pak Agus. Mereka mengaku hanya mendapat upah kunker [kunjungan kerja] senilai Rp10 juta yang dibagi beberapa anggota DPRD,” ucap Agung Riyadi.

Editor : Suharsih ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini