[x] close
top ear
Dokter Djoko Judodjoko. (Detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Dokter Djoko Judodjoko. (Detik.com)

3 Dokter Perawat Pasien Corona Indonesia Meninggal, Ini Datanya

Tiga dokter perawat pasien positif corona di Indonesia meninggal dunia.
Diterbitkan Minggu, 22/03/2020 - 10:31 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca

Solopos.com, JAKARTA – Tiga dokter yang merawat pasien corona di Indonesia meninggal dunia, Sabtu (21/3/2020) Mereka diduga terinfeksi virus corona akibat tertular dari pasien dan kelelahan. Para dokter ini berasal dari Bekasi, Boogor, dan Bintaro.

"Untuk datanya saya belum dapat, tapi nanti untu rinciannya akan disampaikan Bu Dirut," terang Kepala Humas RSUP Persahabatan, Eryuni Yanti, seperti dilansir Antara, Minggu (22/3/2020).

Dokter Pasien Corona di Jateng Curhat Sampai Mewek ke Ganjar

Dua di antara dokter itu dirawat di RSUP Persahabatan. Sementara seoranng lainnya dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Kabar duka kematian dokter akibat tertular virus corona itu dibenarkan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng Mohammad Faqih.

Dokter yang meninggal dalam perawatan intensif di RSUP Persahabatan dikabarkan mengalami gejala sesak napas. Namun keluarga belum dapat dipastikan apakah penyebab meninggalnya terkait Covid-19.

Dokter Bingung Obati Aktor FTV Detri Warmanto Positif Corona, Kenapa?

Ketiga dokter Indonesia yang meninggal dunia setelah merawat pasien corona itu adalah dr Hadio dari Bintaro Jakarta Selatan,  dr Joko Judodjoko dari Bogor, dan dr Adi Mirsa Putra asal Bekasi.

Dokter Djoko Judodjoko

Kabar meninggalnya dr Djoko Judodjoko yang merupakan ahli bedah sempat diunggah drPandu Priono melalui akun Twitter-nya.

Dalam cuitannya yang diunggah Sabtu malam, ia menyebut dokter Djoko diduga terpapar Covid-19 saat menangani pasien terinfeksi virus corona.

Pandu Riono yang merupakan adik ipar Djoko Judodjoko dari RS Bogor Medical Center, mengatakan kakak iparnya meninggal Sabtu siang pukul 11.15 WIB di RSPAD Gatot Subroto. Jenazah dr Djoko telah dimakamkan Sabtu sore.

Round Up Corona Solo: 5 Positif, 14 PDP, 5 ODP, 2 Meninggal

Pandu Riono menjelaskan, sebelum meninggal dr Djoko mengalami gejala infeksi virus corona seperti demam, batuk, dan sesak napas. Hingga akhirnya, Djoko harus dirawat di rumah sakit di Bogor dan kemudian di rujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

"Sorenya hari Rabu (18/3/2020), kok dia merasa tiba-tiba enggak enak badang, batuk, sesak, demam gitu, terus kemudian dirawat di rumah sakit itu. Hari Kamis dia udah diduga sebagai pasien corona dan diambil swabnya diperiksa di Jakarta swabnya," katanya seperti dilansir Detik.com.

Wabah Virus Corona, KA Prameks Sepi Penumpang

"Waktu itu sudah mau dikirim ke rujukan, tapi penuh semua. Akhirnya baru Sabtu pagi dikirim ke rumah sakit RSPAD karena kan dia dokter militer," sambungnya.

Dokter Tonni Daniel Silitonga

Sebelumnya ada juga kabar duka tentang kematian dokter di Bandung Barat bernama dr Tonni Daniel Silitonga. Dia adalah dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat.

Dia juga termasuk anggota Satgas Penanggulangan Covid-19. Dia meninggal dunia, Kamis (19/3/2020) di rumahnya di Cimahi.

Cara Kerja Mesin PCR yang Mampu Deteksi Dahak Terpapar Corona

Wakil Bupati Bandung, Hengky Kurniawan, menjelaskan, Tonni Daniel Silitonga adalah Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular DKK Bandung Barat. Dia dipastikan meninggal bukan karena terjangkit Covid-19, tetapi akibat penyakit jantung yang telah lama diderita.

Dia tidak beersentuhan dengan pasien sama sekali. Melainkan melakukan pemantauan dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait corona.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini