top ear
Ilustrasi proses pemakanan pasien Covid-19 (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi proses pemakanan pasien Covid-19 (Istimewa)

3 Bulan Jadi Sukarelawan Covid-19, Polisi Kelahiran Sragen ini Meninggal Terpapar Corona

Seorang polisi di Polda DIY kelahiran Sragen, Aiptu Sri Mulyono, 43, meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19.
Diterbitkan Jumat, 25/09/2020 - 11:13 WIB
oleh Solopos.com/Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Seorang polisi di Polda DIY kelahiran Sragen, Aiptu Sri Mulyono, 43, meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19.

Almarhum terpapar virus corona empat sampai lima hari sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (20/9/2020) lalu. Pria ini pernah bergabung dengan sukarelawan penanganan Covid-19.

Polisi kelahiran Sragen ini bahkan sudah aktif menjadi sukarelawan sejak awal masa pandemi, tepatnya mulai Maret 2020 hingga Juni 2020.

Perusahaan Jepang Bikin Robot Gundam Dalam Ukuran Nyata

Komandan Satuan Brimob Polda DIY Kombes Pol Imam Suhadi membenarkan mantan anak buahnya ketika masih bertugas di Tim Detasemen Gegana Unit Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) Sat Brimob Polda DIY tersebut mengembuskan napas terakhir imbas terpapar Covid-19.

“Iya, positif Covid-19, terakhir kan di rumah sakit pakai ventilator itu. Kebetulan keluarganya, anak, istrinya juga kena sekarang dirawat di rumah sakit,” ujar Kombes Pol Imam Suhadi kepada Harian Jogja, Kamis (24/9/2020).

Saat masih bertugas di Brimob Polda DIY, mendiang Aiptu Sri Mulyono dikenal sebagai pribadi yang tidak setengah-setengah dalam melaksanakan tugas. Bahkan, seringkali polisi kelahiran Sragen tersebut melupakan kondisi tubuhnya sewaktu bertugas melayani masyarakat.

Inspiratif, Bocah Sragen Novin dan Ardian Jawab Hujatan dengan Karya

Dedikasi Luar Biasa

“Ya beliau luar biasa dedikasi sama kesatuan. Bahkan bisa dibilang beliau terlalu baik kepada masyarakat sehingga kadang-kadang tidak lihat kondisi badan,” sambung Imam Suhadi.

Imam sempat memindahkan Aiptu Sri Mulyono ke jabatan yang dinilainya akan lebih memberikan waktu untuk beristirahat. Pria 43 tahun itu sempat dipindah ke satuan Samapta Polda DIY.

“Sempat saya istirahatkan saya pindahkan ke Sabhara sama Samapta. Tapi kadang beliau tanpa sepengetahuan kita masih berhubungan [dengan] sukarelawan juga. Belum ada sebulan pindahnya,” ungkap Imam.

Pengukuhan Pjs Bupati Klaten Berlangsung Virtual Siang Ini

Tidak hanya bertugas dalam pemulasaraan jenazah pasien Covid-19, polisi kelahiran Sragen 43 tahun lalu itu juga aktif dalam upaya penyemprotan disinfektan ke sejumlah objek vital di wilayah DIY.

“Karena beliau ini mungkin karena terlalu Brimob ya, jadi ‘jiwa dan ragaku demi kemanusiaan’. Bahkan, sampai pernah sedang bertugas dikasih uang tidak pernah mau. Kalau nyemprot di pertokoan maupun hotel kadang dikasih uang rokok ya tidak mau. Luar biasa dedikasi beliau,” terang Imam Suhadi.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan mendiang Aiptu Sri Mulyono memang bertugas sebagai sukarelawan penanganan Covid-19 di Posko Dukungan Operasi Satgas Covid-19 DIY sejak 23 Maret sampai 30 Juni 2020.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini