Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

3.000 Karyawan Holywings Dirumahkan, Wagub DKI Tawarkan Solusi Ini

Wakil Gubernur DKI Jakarta berjanji mencarikan solusi soal nasib sekitar 3.000 karyawan Holywings yang kini tidak bisa bekerja atau dirumahkan.
SHARE
3.000 Karyawan Holywings Dirumahkan, Wagub DKI Tawarkan Solusi Ini
SOLOPOS.COM - Satpol PP menempelkan stiker penyegelan outlet Holywings di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). (Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berjanji mencarikan solusi soal nasib sekitar 3.000 karyawan Holywings yang kini tidak bisa bekerja atau dirumahkan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup serentak tempat usaha tersebut.

“Masalah ini menjadi perhatian kami bersama, ke depan kami carikan solusinya,” kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/6/2022) seperti dilansir Antara.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Namun, Politikus Gerindra itu tidak memberikan detail solusi yang sedang ia tempuh terkait nasib ribuan karyawan Holywings.

Riza juga tidak memberikan jawaban soal opsi memberikan modal usaha kepada karyawan Holywings tersebut. Namun, ia menyebut Pemprov DKI memiliki program pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

“Program pengentasan kemiskinan, mengatasi masalah pengangguran, kami punya program-programnya yang setiap tahun kami memang upayakan bersama,” katanya.

Baca Juga: Holywings Ditutup, Manajemen Rumahkan 3.000 Karyawan

Sebelumnya, pada Selasa (28/6/2022) Satpol PP DKI Jakarta menutup 12 gerai Holywings serentak di Jakarta dengan dasar pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Penutupan itu atas permintaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI atas rekomendasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI dan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM DKI.

Dari hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen dan pemantauan lapangan, petugas gabungan DKI Jakarta menemukan Holywings belum mengantongi sertifikat standar jenis usaha bar yang telah terverifikasi.

Selain itu, petugas menemukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan yang dimiliki karena menampilkan kegiatan hiburan seperti konser musik, penampilan disc jockey baik dalam dan luar negeri yang diiringi disko.

Baca Juga: Bikin Gaduh! Holywings Jogja Ditutup

Tak hanya soal itu, Holywings hanya mengantongi Surat Keterangan Pengecer (SKP) minuman beralkohol.

Apabila hanya mengantongi SKP, maka penjualannya hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

Sedangkan, Holywings menyediakan minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C.

Tim menemukan tujuh gerai memiliki SKP, dan ada lima gerai lainnya tidak memiliki surat tersebut.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode