top ear
Ratusan orang pesilat dari enam perguruan di wilayah Kecamatan Sambirejo dikumpulkan di Balai Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen, untuk verifikasi jumlah tugu dan sosialisasi kesepakatan bersama, Selasa (4/8/2020). (Solopos/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Ratusan orang pesilat dari enam perguruan di wilayah Kecamatan Sambirejo dikumpulkan di Balai Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen, untuk verifikasi jumlah tugu dan sosialisasi kesepakatan bersama, Selasa (4/8/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

276 Tugu Perguruan Silat di Sragen Diverifikasi

Sebanyak 276 tugu perguruan silat di Kabupaten Sragen diverifikasi agar menjadi infrastruktur yang legal di hadapan hukum.
Diterbitkan Rabu, 5/08/2020 - 15:29 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Ratusan pesilat dari enam perguruan pencak silat di wilayah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dikumpulkan di Balai Desa Kadipiro, Sambirejo, Selasa (4/8/2020). Pengumpulan para pesilat itu dilakukan untuk sosialisasi kesepakatan bersama dan verifikasi data tugu perguruan silat yang tercatat sebanyak 276 unit di 20 kecamatan.

Kesepakatan bersama yang ditandatangani 10 perguruan pencak silat di Gedung DPRD Sragen pada 6 Juli 2020 lalu diberikan kepada perwakilan enam perguruan pencak silat di Sambirejo, Sragen. Dalam kesempatan itu pula, ada pengenalan Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) yang difasilitasi Badan Kesbangpol Sragen.

6 Bulan Tinggal di Gubuk Dekat Kandang Ayam, Mbah Slamet Klaten Segera Punya Kamar Baru

Ketua FKPSS Heru Agus Santoso saat ditemui Solopos.com seusai kegiatan, Selasa siang, menyampaikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sragen sudah mendata jumlah tugu perguruan pencak silat sebanyak 276 unit. Data awal tersebut, kata Heru, disampaikan dalam pertemuan perguruan pencak silat di masing-masing kecamatan untuk verifikasi.

"Data 276 unit tugu pencak silat itu kemungkinan bisa bertambah. Seperti di Masaran pada akhir pekan lalu bertambah satu unit di wilayah Desa Krikilan, Masaran. Nah, untuk kecamatan lainnya belum ada penambahan karena baru berjalan 2-3 hari. Kami lihat respons di masing-masing kecamatan bagus," ujar Heru yang berasal dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun.

Setelah tugu selesai didata, kata dia, maka hanya tugu itu yang dijaga dan dirawat bersama. Kalau ada penambahan tugu baru, Heru menyampaikan harus ada izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, dalam hal ini Badan Kesbangpol.

Belum Ada Tambahan

Sampai sekarang, Heru belum mendapatkan laporan adanya pendirian tugu silat atau patung baru di Sragen. Heru menerangkan untuk persiapan Sura nanti sudah ada tiga perguruan yang mengajukan izin kegiatan ke Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yakni PSHT Parluh 2016, PSHT Parluh 2017, dan Pagar Nusa.

Setelah selesai sosialisasi di 20 kecamatan, Heru berencana untuk bersilaturahmi ke 10 perguruan pencak silat yang ada di Sragen. "Pelaksanaan sosialisasi cukup bagus. Kerukunan antarperguruan cukup kental dan harmonis. Kami berharap situasi seperti ini bisa terus berlangsung selamanya," ujarnya.

Abaikan Corona, 3 Pemuda Malah Pesta Sabu di Kamar Indekos di Sukoharjo

Sosialisasi itu juga dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan pejabat dari Polres Sragen, Badan Kesbangpol Sragen, dan pejabat TNI. Yuni, sapaan bupati, sempat berdialog dengan para pesilat dan membuat kuis berhadiah sepeda gunung.

Ada satu pesilat yang berhasil membawa pulang sepeda itu setelah bisa menyebutkan lima bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Sragen.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com



berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini